Agilent Perkenalkan Alat Analisa yang Mudah Dibawa

 

Setelah sukses memperkenalkan peralatan bio analitikal pertama di dunia pada tiga bulan yang lalu, Agilent Technologies pada 10 Mei 2012 kembali memperkenalkan tiga instrumen terbaru yang dapat dibawa-bawa. Ketiga peralatan pengukuran tersebut diklaim sangat mendukung para ilmuwan dalam melaksanakan tugasnya di lapangan, memimimalkan keterlambatan dalam pengujian sampel dari daerah terpencil, atau dari daerah yang sulit untuk dicapai. “Peralatan-peralatan ini dapat digunakan oleh para peneliti yang melakukan analisa di bidang pertanian dan pangan, air dan lingkungan, serta pertambangan,” kata Marketing Program Manager Agilent Technologies, Ruby Ong.
 
Perkenalan produk terbaru yang dilangsungkan di sela-sela pameran Lab Indonesia di Jakarta itu yakni, Agilent 5975T low thermal mass (LTM) gas chormatography/mass selective detector (GC/MSD), Agilent 4100 exoscan handled fourier transform infrared (FTIR) spectrometer, dan Agilent Cary 630 FTIR spectrometer. Ketiga produk tersebut berturut-turut berfungsi untuk menganalisis sampel dalam bentuk gas, analisis komposit serat karbon, dan analisis untuk beragam benda padat, cair dan gas secara akurat dan tepat. Ketiga peralatan terbaru tersebut telah memenuhi standar persyaratan ISO 9001:2008.
 
Product Manager Berca Niaga Medika, Ferdhi Kusnadi menambahkan, peralatan-peralatan analitika yang bisa dibawa-bawa ini memberikan berbagai inovasi yang dapat menciptakan perbedaan yang terukur di dunia, tidak sekadar memenuhi kebutuhan analitika bagi para ilmuwan, namun juga untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi kerja secara keseluruhan. Fri-08
 
(FOODREVIEW INDONESIA | VOL. VII/NO. 6/JUNI 2012)

Artikel Terkait