Menjamin Mutu dan Keamanan Pangan: Transformasi ke Teknologi Cerdas

 

Keamanan pangan merujuk pada kondisi ketika pangan bebas dari bahaya biologis, kimia, fisik, maupun alergen yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Sementara itu, mutu pangan merujuk pada karakteristik yang menentukan penerimaan konsumen, seperti warna, rasa, aroma, tekstur, konsistensi, kandungan gizi, kemasan, dan stabilitas produk. Kedua konsep tersebut saling berkaitan, tetapi tidak identik. Pangan dapat terlihat menarik dan memiliki rasa yang baik, tetapi tetap berisiko apabila proses pengolahan, penyimpanan, atau penyajiannya tidak memenuhi standar keamanan.

Analisis keamanan dan mutu pangan perlu dilakukan dengan pendekatan yang objektif, sistematis, dan berbasis bukti. Mihafu et al. (2020) menegaskan bahwa mutu pangan ditentukan oleh sifat fisik, komposisi kimia, tingkat kontaminan, dan atribut sensori. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penilaian pangan tidak boleh hanya bertumpu pada selera subjektif. Selera konsumen memang penting karena menentukan penerimaan produk, tetapi selera tidak mampu mendeteksi seluruh risiko yang mungkin terdapat dalam makanan. Kontaminasi mikroba, residu bahan kimia, penggunaan bahan tambahan yang tidak sesuai, atau keberadaan zat berbahaya tertentu sering kali tidak dapat dikenali melalui indra manusia. Oleh sebab itu, analisis pangan harus menggabungkan pengamatan sensori, pengendalian proses, pemeriksaan bahan, serta penerapan standar keamanan yang dapat diuji.

Indikator keamanan pangan
Salah satu indikator utama dalam keamanan pangan adalah kebersihan. Kebersihan mencakup kondisi bahan baku, alat produksi, tempat pengolahan, penjamah makanan, serta lingkungan penyajian. Bahan pangan yang berkualitas dapat menjadi tidak aman apabila diproses di lingkungan yang kotor atau bersentuhan dengan peralatan yang terkontaminasi. Kontaminasi silang dapat terjadi ketika bahan mentah, seperti daging atau seafood, bersentuhan dengan makanan matang yang siap dikonsumsi. Risiko ini perlu diperhatikan karena mikroorganisme patogen dapat berpindah melalui tangan, pisau, talenan, wadah, atau permukaan meja. Dengan demikian, keamanan pangan tidak hanya bergantung pada kualitas bahan, tetapi juga pada disiplin sanitasi sepanjang rantai produksi.

 

Indikator berikutnya adalah suhu dan waktu penyajian. Pangan berisiko tinggi, seperti daging, seafood, produk susu, saus berbasis telur, makanan matang, dan pangan siap santap, membutuhkan kontrol suhu yang ketat. Suhu yang tidak sesuai dapat mempercepat pertumbuhan mikroorganisme. Makanan panas yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang dapat mengalami penurunan keamanan meskipun tampilan dan aromanya masih terlihat normal. Sebaliknya, makanan dingin yang tidak disimpan dalam pendingin juga dapat menjadi media pertumbuhan mikroba. Ajasa et al. (2025) menunjukkan bahwa isu keamanan pangan yang sering muncul dalam penilaian konsumen berkaitan dengan kebersihan personal, kebersihan tempat, benda asing, suhu makanan, mutu makanan, hama, dan kekhawatiran alergen. Temuan ini memperkuat pentingnya pengamatan terhadap aspek praktis yang tampak dalam proses penyajian pangan.

Parameter mutu pangan
Mutu pangan perlu dianalisis melalui kombinasi parameter sensori dan objektif. Parameter sensori meliputi warna, aroma, rasa, tekstur, mouthfeel, dan konsistensi antarproduk. Akan tetapi, analisis sensori yang baik harus mampu membedakan preferensi pribadi dari tanda kerusakan mutu. Sebagai contoh, komentar bahwa makanan “terlalu pedas” lebih tepat dipahami sebagai preferensi rasa. Sebaliknya, aroma asam yang tidak wajar, tekstur berlendir, warna berubah, atau rasa tengik dapat menjadi tanda kerusakan produk. Perbedaan ini penting karena kesalahan dalam menafsirkan preferensi sebagai cacat mutu dapat merugikan produsen, sedangkan kegagalan mengenali cacat mutu dapat membahayakan konsumen. Oleh karena itu, penilaian mutu pangan harus dilakukan secara hati-hati dan tidak berlebihan dalam menarik kesimpulan.

Artikel bersambung...
Klik Next › untuk melanjutkan membaca.
Halaman 1 dari 3

Artikel Terkait

FOODREVIEW DIGITAL LIBRARY