New Opportunity in FiA 2012


Food ingredient Asia (FiA) hadir kembali untuk mengulang kesuksesan 2 tahun lalu. Pameran perdagangan bahan baku

(ingridien) untuk industri makanan dan minuman ini diselenggarakan 3-5 Oktober 2012. Pameran ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi pemain utama di industri bahan baku khususnya di kawasan Asia. Ir. Benny Wahyudi, Direktur Jenderal Agro Industri Kementerian Perindustrian membuka acara ini di Jakarta International Expo Hall A, Kemayoran, Jakarta.

"Ada lebih dari 400 exhibitor lokal dan dunia dari sekitar 40 negara yang mengikuti pameran, dan hal ini seharusnya bisa menjadi peluang bagi industri lokal untuk bisa sharing dan menemukan partner yang tepat agar industri makanan dan minuman di Indonesia berkembang pesat," ungkap Benny dalam pidato pembukaannya. Chairman PATPI (Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia) Dahrul Syah, dalam pidato pembukaannya mengatakan, "Indonesia kaya akan sumber daya alam dan bahan baku berkualitas, pameran ini dapat menjadi peluang baru, terciptanya ide-ide baru dan produk baru yang berkualitas".

Perdagangan di Kawasan Asia Tenggara berkembang pesat beberapa tahun belakangan ini, "FiA memberikan peluang bagi para pengunjung untuk seluas-luasnya mengakses pasar potensial," ujar Matthias Baur, Portfolio Director (Food) UBM Live. Lebih lanjut menurut Baur, Indonesia adalah lokasi sempurna dan tepat untuk pertemuan bisnis ini. "Posisi Asia Pasifik semakin penting dalam perekonomian global, permintaan akan makanan dengan kualitas yang lebih baik, lebih aman, dan lezat semakin meningkat. Indonesia seharusnya bisa memanfaatkan sumber daya alam yang ada untuk menghasilkan produk yang lebih baik dan berkualitas dan tidak hanya menjadi pasar bagi industri ingridien tetapi juga para pelaku industri bisa melihat peluang dari pameran ini," ungkap Prof. Purwiyatno Hariyadi, Direktur SEAFAST Center, IPB dalam acara konferensi pers di acara yang sama.

FiA Asia diharapkan secara kontinyu dapat diselenggarakan. Tahun 2012 jumlah exhibitor meningkat 68%, dari 262 exhibitor di tahun 2010, menjadi 553 exhibitor tahun ini. Jumlah pengunjung juga diharapkan meningkat hingga lebih dari 25% di tahun 2012. "Pertumbuhan ekonomi di Indonesia meningkat, dan begitu pentingnya pasar indonesia untuk perusahaan asing diperkirakan menjadi alasan kenaikan jumlah exhibitor dan visitor di pameran ini," jelas Baur. FRI-12.

Artikel Lainnya