Kristal Lemak dalam Kestabilan Fisik Produk



Kristal lemak memberikan efek stabilisasi pada emulsi melalui sistem pickering, yakni sistem di mana kristal lemak mengelilingi droplet minyak, air atau udara di dalam emulsi untuk mencegah terjadinya pemisahan akibat koalesens dan fusion. Sebagai contoh, produk mentega dan margarin disyaratkan oleh SNI untuk memiliki kandungan lipida minimal 80%. Sekitar 20% sisanya adalah air dan bahan larut air yang distabilkan oleh pickering kristal lemak sebagai emulsi air di dalam minyak. Sistem emulsi yang mirip juga ditemukan pada produk krim kocok, di mana kristal lemak membantu menjaga kestabilan droplet udara pada produk. Karakteristik daya oles dan mouthfeel juga dipengaruhi oleh titik leleh kristal lemak. Daya oles produk menjadi karakteristik penting untuk produk olesan seperti mentega dan cokelat oles. Sifat reologi yang tepat diperlukan agar produk tersebut mudah dioles, tidak terlalu keras, ataupun terlalu cair. 

Lebih lengkapnya silakan baca secara langsung FoodReview Indonesia edisi Juli 2022: Tantangan Pengembangan Pangan Olahan dengan fitur digital interaktif yang dapat diakses pada https://bit.ly/juli22onlinefri

Tidak mau ketinggalan setiap edisinya?
Daftar langsung untuk berlangganan (GRATIS) https://bit.ly/FRIDIGITAL 

Gabung dan lengkapi koleksi majalah FoodReview:
Newsletter: http://bit.ly/fricommunity 
Search FOODREVIEW on TOKOPEDIA & SHOPEE

#foodreviewindonesia #foodscience #foodtechnology #ilmupangan #teknologipangan #industripangan #food #pangan #tantangan #pengembangan #pangan #olahan #food #processing #new #issue #magazine

Artikel Lainnya

  • Sep 25, 2022

    Interaksi Protein dan Pembentuk Cita Rasa

    Interaksi dengan komponen lain perlu menjadi perhatian dalam penggunaan protein dan turunannya sebagai ingridien pangan. Interaksi antara protein dan senyawa pembentuk cita rasa dapat meningkatkan, mengurangi atau mengubah cita rasa tertentu. ...

  • Sep 24, 2022

    Faktor Keamanan Ingridien Protein Hidrolisat

    Penggunaan hidrolisat protein dan peptida bioaktif umumnya mempertimbangkan beberapa faktor berikut: (1) berasal dari sumber protein yang memiliki riwayat penggunaan yang aman untuk manusia; (2) enzim yang digunakan untuk hidrolisis merupakan enzim proteolitik pencernaan, seperti pepsin, kimotripsin, tripsin, dan enzim standar pangan (food grade) lainnya; dan (3) tingkat penyerapannya, bentuk dipeptida dan tripeptida tertentu dilaporkan dapat diserap lebih cepat dibandingkan asam amino bebas dan protein utuh.  ...

  • Sep 23, 2022

    Aplikasi Ingridien Protein Hidrolisat

    Penerapan protein hidrolisat merupakan fenomena dalam beberapa dekade belakangan karena menunjukkan manfaat yang lebih baik dari protein secara utuh. Peptida bioaktif merupakan fraksi protein hidrolisat dengan karakteristik gizi tertentu. ...

  • Sep 22, 2022

    Fungsionalitas Protein untuk Kesehatan Tubuh

    Fungsi utama protein bagi tubuh adalah menyediakan asam amino untuk membangun dan memperbaiki sel-sel dan jaringan tubuh, serta untuk membuat hormon dan enzim yang berperan penting dalam proses metabolisme. Selain itu, protein juga dapat digunakan sebagai penghasil energi yang diperlukan untuk melangsungkan metabolisme dalam tubuh dan menjalankan aktivitas. ...

  • Sep 21, 2022

    Potensi Ekspor Gula Palma IKM

    Gula palma memiliki potensi yang cukup besar di pasar global. Permintaan ekspor gula palma organik yang tinggi serta permintaan dalam negeri yang sangat besar terutama di sektor horeka dan pasar premium menjadi alasan yang kuat. Selain itu, IKM gula palma Indonesia juga terkenal memiliki produksi dengan bahan baku yang 100% lokal. ...