EFSA Laporkan Campylobacter dan Salmonella pada Daging Ayam

The European Food Safety Authority (EFSA) baru-baru ini mempublikasikan hasil survei yang dilakukannya terhadap Campylobacter dan Salmonella pada ayam yang dipotong di RPA (Rumah Potong Ayam) Uni Eropa. Hal ini tidak lain tingginya laporan Campylobacteriosis dan Salmonellosis sebagai food borne disease di Uni Eropa. Kedua zoonosis tersebut diduga, terutama berasal dari daging ayam. Konsumsi daging ayam yang kurang matang atau yang mengalami kontaminasi silang dapat meningkatkan risiko serangan dua penyakit tersebut.

EFSA mengambil 10132 sampel dari 561 RPA 23 negara anggotanya. Hasilnya adalah Campylobacter ditemukan pada usus 71% sampel –artinya ayam telah terinfeksi sejak masa hidupnya. Sedangkan pada karkas juga ditemukan hasil positif pada 76% sampel, yang menandakan adanya kontaminasi selama pemotongan. Selain itu, dari survei tersebut juga dilaporkan bahwa rata-rata 15,7% sampel karkas mengandung Salmonella –walau data di masing-masing negara sangat bervariasi.

Klik disini untuk membaca lanjutannya.

Artikel Terkait