Konsep tentang probiotik muncul sejak ilmuwan Rusia Elie Metchnikoff (1908) menyampaikan hipotesisnya bahwa orang Bulgaria memiliki umur panjang dan sehat walafiat dikarenakan konsumsi susu yang telah mengalami fermentasi. Dia meyakini bahwa konsumsi susu yang difermentasi oleh Lactobacillus dapat menyehatkan intestin melalui keseimbangan mikroorganisme yang terdapat didalamnya dan berkurangnya aktivitas toksin yang dihasilkan mikroorganisme (jahat) di intestin.
Konsep ini dibuktikan secara nyata oleh Minoru Shirota yang mengawali studinya pada tahun 1921. Dengan latar belakang kondisi Jepang yang saat itu sedang menghadapi tantangan perekonomian dan higienitas yang rendah mengakibatkan banyak anak-anak yang meninggal akibat penyakit infeksi, ia mempelajari mikroorganisme intestin dan peranannya. Shirota berhasil mengisolasi Lactobacillus yang memiliki kemampuan menekan pertumbuhan bakteri jahat di intestin.
Dengan konsep bahwa menjaga tubuh tetap sehat lebih baik dibandingkan dengan mengobati penyakit, ia mulai meng-industrikan hasil penelitiannya dengan memproduksi susu yang difermentasi oleh strain Lactobacillus agar dapat dikonsumsi oleh masyarakat luas dengan harga terjangkau, sehingga tujuan untuk menjaga kesehatan tubuh dapat tercapai. Produk Yakult yang berisi Lactobacillus casei strain Shirota mulai dipasarkan pada tahun 1935, dan sekarang produk yang diklaim sebagai pioneer probiotik ini telah dipasarkan di banyak negara-negara lain.
Sejak saat itu, penelitian tentang manfaat kesehatan probiotik terus menerus dikembangkan.
Peran probiotik terhadap
kesehatan dan kecantikan
Kesehatan intestin ternyata berdampak sungguh luar biasa pada kesehatan tubuh secara umum. Setelah lebih dari 5 dekade, telah banyak publikasi yang terkait dengan manfaat probiotik. Kalau pada saat awal Shirota hanya fokus pada keseimbangan mikrobiota dan kesehatan intestin, kini telah banyak publikasi yang menyebutkan manfaat yang diperoleh dari intestin yang sehat.

Mikroorganisme yang terdapat di dalam saluran pencernaan adalah sangat kompleks dan merupakan komunitas yang dinamis. Total mikroorganisme yang terdapat di saluran pencernaan diperkirakan mencapai 1012 cells setiap gram isi dengan total sekitar 1015 yang terdiri dari lebih 1000 spesies, atau diperkirakan sekitar 3000-4000 spesies. Keseimbangan mikrobiota dicapai saat saluran pencernaan didominasi kelompok bakteri simbiotik. Efek simbiotik yang diberikan oleh bakteri ‘baik’ ini adalah pencernaan dalam kondisi sehat. Saluran pencernaan yang sehat merupakan pendukung utama kesehatan tubuh secara keseluruhan. Sehingga dapat dikatakan bahwa keseimbangan mikrobiota di dalam saluran pencernaan memiliki peranan penting didalam menjaga kesehatan tubuh.
Secara umum diketahui bahwa probiotik mampu memproteksi mukosa saluran pencernaan, membantu pencernaan dan menyediaakan nutrisi untuk metabolisme tubuh, menghasilkan berbagai vitamin, (vitamin B, vitamin K, B12), serta mencegah diare dan konstipasi. Probiotik juga mampu meningkatkan keseimbangan sistem imun tubuh untuk mempertahankan tubuh tetap sehat. Dengan demikian manfaat strain probiotik ternyata tidak hanya mampu menjaga kesehatan intestin, namun juga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Pada dasarnya, konsumen akan merasa bahagia apabila dikatakan lebih muda dari umur yang sebenarnya. Beberapa usaha dilakukan agar nampak lebih muda, berbagai lotion atau cream kita gunakan untuk menjaga kulit tetap kencang, mencegah terjadinya keriput, dan sebagainya. Di lain pihak, kini ekosistem mengalami kerusakan dikarenakan berbagai toksin yang berasal dari makanan, obat obatan dan juga kehidupan yang penuh dengan stress. Tanpa di sadari, beban hidup, persaingan yang semakin ketat, dan banyaknya pekerjaan yang menimbulkan stress menjadikan kita melakukan gaya hidup yang tidak sehat dan bisa menjadi cepat tua.
Manfaat probiotik dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan berkaitan erat dengan terpeliharanya kecantikan. Jika kondisi mikrobiota intestin sehat maka dapat memicu proses pencernaan makanan yang efektif, sehingga dapat membantu proses penyerapan nutrient, vitamin dan mineral, dan juga melindungi mukosa dari infeksi patogen, alergen, radikal bebas atau toksin lainnya. Bakteri yang baik di dalam saluran pencernaan dapat membantu mengurangi toksin dan radikal bebas yang dapat merusak kulit dan menimbulkan reaksi penuaan.
Terganggunya keseimbangan mikrobiota intestin atau ekologi mikroorganisme dapat menyebabkan gangguan fungsi intestine yang berdampak pada gangguan pencernaan, metabolism tubuh serta sistem imun. Lebih lanjut, gangguan keseimbangan mikrobiota ini dapat ber-efek pada kesehatan kulit. Ketombe dan jerawat diperkirakan merupakan masalah kulit yang terkait dengan terganggunya keseimbangan mikrobiota pada saluran pencernaan. Keterkaitan antara probiotik, kesehatan intestine, dan kesehatan tubuh dapat dilihat pada Gambar 1.

