Prof. E. Gumbira Said Terpilih Sebagai Ketua MAKSI



MAKSI (Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia) mengadakan seminar dan kongres nasional  di IPB International Convention Center Bogor, 26 Januari 2012 dengan tema akselesari inovasi industri kelapa sawit untuk meningkatkan daya saing global. Seminar dihadiri oleh sekitar 300 peserta yang merupakan pelaku bisnis, peneliti, dan pemerhati kelapa sawit dibuka oleh Rektor IPB, Prof Dr. Herry Suhardhyanto yang menyatakan ”sebagai negara penghasil CPO terbesar di dunia sejak 2006, Indonesia sudah selayaknya menguasai sepenuhnya IPTEK di bidang sawit”.   

Kelapa sawit merupakan satu dari 22 aktivitas ekonomi yang tercakup dalam program utama pertanian pada MP3EI (Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia)  untuk  menjadi negara maju dan kekuatan ekonomi 12 besar dunia pada tahun 2025.  Sejalan dengan hal tersebut ketua Komite Inovasi Nasional (KIN), Prof. Dr. Zuhal Msc dalam penyampaian makalah kunci  menyatakan “KIN   akan  mengharmonisasikan kebijakan-kebijakan lintas sektoral sehingga terjadi sinergi yang baik untuk mengakselerasi inovasi, termasuk  dalam industri kelapa sawit”

Peningkatan pendapatan melalui aktivitas ekonomi sawit dengan keunggulan kompetitif harus diupayakan melalui transformasi ekonomi dari yang semula masih berbasis sumber daya alam menjadi berbasis inovasi dengan meningkatkan dan mensinergikan peran segiempat emas Akademisi, Pebisnis, Pemerintah dan Masyarakat.  Namun demikian penguatan ekonomi nasional melalui pembangunan industri sawit tidak lepas dari tekanan negatif yang menyangkup konversi hutan dan lahan gambut, clean development mechanism, emisi karbon, biodiversity (keaneka-ragaman hayati), dampak sosial dan budaya. Sehubungan dengan hal ini, Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) mencanangkan tiga bidang perhatian dan advokasi terpenting, yaitu: LOI Indonesia-Norwegia tentang aspek penurunan emisi karbon pada Industri Kelapa Sawit, aspek pelestarian keaneka ragaman hayati (orang utan, harimau, dan kehidapan liar lainnya serta  plasma nutfah) dan aspek Jaminan Kesehatan Minyak Kelapa Sawit. Derom Bangun sebagai Wakil Ketua DMSI juga menyatakan:”DMSI beritikad ikut mengatasi krisis ekonomi global, dan setiap anggota DMSI berkomitmen melaksanakan  ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) yang dicanangkan Penerintah secara konsisten”.

Ada 3 seminar sesi paralel yang dikelompokkan atas Bidang Industri Hulu dan Lingkungan, Bidang Industri Hilir, serta Bidang Sosial Ekonomi, Bisnis dan Manajemen Kelapa Sawit, yang disampaikan oleh 44 peneliti oral dan 11 poster yang  menyampaikan hasil-hasil penelitian sebagai berikut:  Pada Bidang Industri hulu dan Lingkungan, inovasi industri kelapa sawit dilakukan melalui tujuh gema: pertama revitalisasi lahan, pembenihan dan pembibitan, infrastruktur dan sarana, SDM, pembiayaan petani dalam dalam sistem kemitraan inti-plasma,serta  kelembagaan petani. Adapun hasil-hasil penelitian sawit bidang hilir yang disampaikan pada seminar nasional hari ini secara garis besarnya terpaut pada : (1) produk bahan pangan, (2) produk oleo-chemicals, dan produk bahan lainnya.

Bidang Sosial Ekonomi, bnisnis dan Manajemen menyajikan hasil hasil sbb; Inovasi sudah dimulai pada aspek pemasaran diantaranya sudah melihat daya tarik dan life cycle assesment biodisel berbasis kelapa sawit, kesetaraan nilai tambah pada rantai pasok kelapa sawit, peta persaingan dan positioning produk. Inovasi juga sudah ditumbuhkan melalui perbaikan aspek manajemen khususnya dalam memperbaiki : kinerja mutu minyak sawit kasar, pola pengukuran kinerja sustainble suply chain CPO, pola implementasi ISO9001 &14001 & OHSAS18001 dalam sistem produksi benih,  dan network for distribusi.  Akselerasi pertumbuhan kelapa sawit yang semakin membaik ini diharapkan jangan sampai mengabaikan aspek-aspek sosial ekonomi.  


Hasil kongres MAKSI menunjuk Prof Dr. Ir. E. Gumbira Sa’id MADev sebagai Ketua Umum MAKSI untuk periode 2012 – 2014.  Terhadap penunjukannya sebagai ketua Prof Egum menyatakan bahwa “untuk memajukan kelapa sawit adalah tanggung jawab kita semua dan butuh dukungan dari seluruh pihak”. Seminar dan Kongres MAKSI 2012 juga diramaikan oleh Ari Lasso dan Audy yang telah ditunjuk sebagai Sahabat Sawit sejak tahun 2010.  @hendryfri


Artikel Terkait