NanoTechnology dalam Industri Sawit

Minyak sawit semakin banyak digunakan, baik secara langsung sebagai cooking oil, maupun sebagai bahan baku shortening, vanaspati, dan margarin. Perkembangan tersebut mendorong penelitian yang berkelanjutan dalam pemanfaatan sawit untuk industri pangan. Salah satunya adalah penggunaan nanotechnology. Hal tersebut diungkapkan oleh Tan Chin-Ping, Ph.D. dari Universiti Putra Malaysia dalam Seminar Tahunan Masyarakat Perkelapa Sawitan Indonesia (MAKSI) pada 29 Januari lalu di IPB International Convention Center (IICC) Bogor.

Nanotechnology merupakan topik ilmiah yang revolusioner dalam beberapa dekade terakhir ini. Teknologi ini berpotensi besar untuk diaplikasikan dalam riset pertanian dan pangan, ujar Tan. Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa dalam bidang perkelapa sawitan, nanotechnology bisa digunakan untuk melindungi dan meningkatkan kelarutan functional lipid yang sering menjadi permasalahan selama ini.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Ir. Tien R. Muchtadi, yang mewakili Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) menyatakan, bahwa banyak tantangan yang harus dihadapi oleh industri sawit nasional. Salah satunya adalah industri hilir berbahan baku CPO belum berkembang dengan baik, hal ini mengakibatkan hilangnya kesempatan meraih nilai tambah pengolahan CPO, ungkap Tien.

Selain seminar, juga dilaksanakan kongres untuk memilih ketua umum MAKSI yang baru. Prof. Dr. Ir. Tien R. Muchtadi akhirnya terpilih untuk menggantikan Dr. Purwiyatno Hariyadi, yang telah dua periode kepengurusan menjabat sebagai ketua umum. Fri-09

Artikel Terkait