MINYAK SAWIT MERAH SEBAGAI INGRIDIEN PANGAN FUNGSIONAL


Oleh Teti Estiasih Guru Besar Kimia dan Teknologi Lipid Universitas Brawijaya

Indonesia merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia dengan produksi minyak sawit kasar (CPO, Crude Palm Oil) mencapai 45,5 juta metrik ton (MT) pada periode 2022/2023.

ada tahun 2024, konsumsi minyak sawit mentah (CPO) dalam negeri diproyeksikan mencapai 27,4 MT. CPO banyak digunakan di Indonesia, terutama untuk untuk minyak makan (edible oil) atau RBD PO (Refined Bleached Deodorized Palm Oil) termasuk minyak goreng, bahan bakar dalam bentuk biodiesel, industri oleokimia, deterjen, dan kosmetik. Untuk konsumsi, CPO biasa diolah menjadi RBDPO dan difraksinasi menjadi palm olein, palm stearin, palm mild fraction, dan superolein. Fraksi RBD PO ini biasa diolah lebih lanjut menjadi turunan MINYAK SAWIT MERAH SEBAGAI INGRIDIEN PANGAN FUNGSIONAL Oleh Teti Estiasih Guru Besar Kimia dan Teknologi Lipid Universitas Brawijaya CPO seperti minyak goreng, margarin, shortening, cocoa butter alternatives, baking fats, dan lainnya yang merupakan ingridien untuk berbagai produk pangan olahan. Minyak sawit merupakan ingridien pangan penting karena hampir 50% dari seluruh produk pangan olahan di supermarket mengandung minyak sawit. Beberapa produk tersebut antara lain biskuit, cokelat, kukis, minyak goreng, mi instan, es krim, margarin, roti, dll.

Pengolahan CPO menjadi RPD PO melibatkan serangkaian pemurnian seperti degumming untuk penghilangan gum, bleaching untuk penghilangan warna, dan deodorisasi untuk penghilangan asam lemak bebas dan bau. Warna yang dihilangkan pada proses bleaching berasal dari karotenoid yang terdiri dari α-karoten, β-karoten, γ-karoten, likopen, xantofil dengan kadar 500-700 ppm dan karotenoid yang dominan adalah β- caroten (54%) dan α-karoten (36%). Karotenoid merupakan keunggulan minyak sawit karena sumber minyak lain tidak mengandung karotenoid setinggi minyak sawit. Pigmen ini berkontribusi pada warna merah CPO. Sayangnya, keberadaan karotenoid ini tidak diinginkan sebagian besar konsumen dan produsen minyak goreng karena warna merah dapat mengkontaminasi warna produk. CPO telah lama digunakan di Afrika sebagai sumber pro-vitamin A akan tetapi di belahan dunia lain CPO tidak bisa diterima penggunaannya karena kadar asam lemak bebasnya yang tinggi sehingga mudah tengik. Di sisi lain RBD PO yang dipasarkan sebagai minyak goreng secara luas hampir tidak mengandung karotenoid karena senyawa ini telah dihilangkan pada proses pemurnian. Untuk mengatasi hal tersebut, saat ini telah dikembangkan metode pemurnian CPO untuk menghasilkan minyak sawit merah (red palm oil) sebagai sumber karotenoid.

Produksi minyak sawit merah 
Tren dan booming produk pangan yang menyehatkan saat ini menjadikan minyak sawit merah dilirik sebagai alternatif karena kaya karotenoid terutama pro-vitamin A (β karoten) yang tidak ditemukan atau sedikit pada minyak nabati lainnya. Keberadaan mikronutrien dalam minyak sawit merah seperti vitamin E, ubikuinon, vitamin K, skualen, sterol (Lohganathan et al., 2017), lebih tinggi dibandingkan RBD PO sehingga menyebabkan minyak sawit merah digunakan sebagai suplemen atau diformulasikan sebagai ingridien pangan kesehatan. Mitos lama tentang lemak jenuh dalam sawit telah terpatahkan dengan khasiat kesehatan minyak sawit dari komponen minor bioaktif yang terkandung di dalamnya. 

Minyak sawit merah merupakan minyak hasil pemurnian CPO dengan sifat mirip RBD PO tetapi masih mempertahankan kandungan karotenoid dan vitamin E karena tidak melalui beberapa tahapan proses pemurnian seperti refining (penghilangan asam lemak bebas) dan bleaching (penghilangan pigmen) yang menyebabkan penurunan komponen minor (Tan et al., 2021). Minyak sawit merah memiliki warna merah yang khas karena mengandung karoten yang tinggi dan rendah kadar asam lemak bebas. Minyak ini juga mempunyai flavor dan aroma yang khas. Saat ini telah diterapkan teknologi pemurnian minyak sawit merah yang dapat mempertahankan kandungan karotenoidnya dengan metode deodorisasi dan deasidfikasi sehingga dihasilkan minyak sawit kaya karoten atau pengolahan minimal (minimally processed Red Palm Oil). Proses ekstraksi minyak sawit merah menerapkan pengepresan dingin (cold pressing) untuk mencegah kerusakan karoten sehingga dihasilkan crude red palm oil (CRPO).

Artikel bersambung...
Klik Next › untuk melanjutkan membaca.
Halaman 1 dari 4

Artikel Terkait