Bananas are popular worldwide, harvested every day of the year, and available year-round. Bananas are often found in almost all regions of Indonesia. Bananas are
considered a “functional food,” with benefits that go beyond basic nutrition. Nutritionally, banana fruit is a good source of mineral elements and energy. Creamy, rich, and sweet, bananas are a favorite food for everyone from infants toelders. Sports enthusiasts appreciate the potassium-power delivered by this high energy fruit.
Pisang memulai proses pematangan segera setelah dipanen, yaitu pada saat mengandung sekitar 20% - 25% pati dan gula 1%. Ketika pisang menguning dengan beberapa bintik-bintik coklat, maka pisang sepenuhnya matang, dan rasio menjadi terbalik. Kandungan gula dalam pisang menjadi sekitar 66% sukrosa, fruktosa 14%, dan
glukosa 20%. Kadar gula yang tinggi pada pisang yang telah matang inilah yang menjadikan pisang memiliki sumber energi tinggi.
Kandungan gula dalam pisang cukup penting untuk dianalisa mengingat buah pisang memiliki berbagai macam vitamin, mineral, serat dan zat pati yang penting bagi tubuh. Tingginya kandungan gula merupakan indikator bahwa zat pati dalam pisang berkurang dikarenakan terjadi reaksi penguraian. Zat pati dalam pisang dapat digunakan sebagai salah satu alternatif sumber karbohidrat selain nasi, kentang, dan sebagainya.
Untuk mengetahui kadar gula yang terdapat dalam pisang secara kuantitatif dapat dilakukan menggunakan Metrohm Ion Chromatography dengan PAD (Pulse Amperometry Detector).
Parameter yang digunakan adalah sebagai berikut :
• Sampel: Buah pisang yang ada di pasaran
• Eluen: 150 mmol/L NaOH
• Kolom : Hamilton RCX dengan Metrosep RP 2 Guard
• Standar [mg/L] dalam ultra pure water (Tabel 1).
• Volume injeksi: 20 μL
• Suhu oven : 320C
• Flow: 1 mL/min
• Detector : Metrohm 896 Professional Detector - Amperometry
Sebelum pisang dianalisa, perlu dilakukan preparasi dengan menumbuk pisang hingga halus kemudian ditimbang sejumlah 1,1 gram, dilarutkan dalam 100 mL Ultra Pure Water (resistivity 18MΩcm 250C). Setelah dilakukan proses pemisahan menggunakan ultrasonic selama 10 menit, sampel disaring menggunakan syringe filter berdiameter 0.45 μm, kemudian diencerkan sebanyak 20x.
Apabila sampel dan parameter analisa yang terdapat dalam Metrohm Ion Chromatography sudah siap, maka larutan standar dan sampel siap untuk diinjeksikan ke dalam sistem.
Gambar 1. Kromatogram larutan standar level dua
yang mengandung glukosa, fruktosa, dan sukrosa
Gambar 2. Kromatogram sampel buah pisang yang telah diencerkan 20x
Hasil analisa
Gambar 1 menunjukkan kromatogram dari larutan standar level dua yang mengandung Glukosa [2 mg/L] , Fruktosa [2 mg/L] dan Sukrosa [10 mg/L].
Sedangkan untuk sampel buah pisang yang telah diencerkan sebanyak 20x, memberikan kromatogram seperti terlihat pada Gambar 2.
Referensi :
Metrohm Application Work, Glucose, fructose and sucrose in banana fruit
Untuk pertanyaan dan
keterangan lebih lengkap,
silakan menghubungi :
silakan menghubungi :
PT.Metrohm Indonesia
Menara Batavia Lt.3,
Jl.K.H.Mas Mansyur Kav.126,
Jakarta 10220
Telp.021-5727318, Fax.021-5727274
Email : metrindo@metrohm.co.id
Website : www.metrohm.co.id
(FOODREVIEW INDONESIA | VOL. VII/NO. 4/APRIL 2012)