The Travelling Chicken a clinaroma workshop 2011


 

Culinaroma, brand produk savory hasil development bersama Indesso dan Firmenich, selalu mengadakan event workshop tahunan yang didedikasikan kepada klien dengan tujuan untuk memberikan ide-ide yang ‘out of the box’ dengan sentuhan teknologi dan ‘translation capability’ yang menterjemahkan masakan sesungguhnya menjadi industrial seasoning yang dilakukan oleh Culinary Technologist dan Tim Development Culinaroma.
Workshop tahun ini diadakan di pabrik Indesso di Cileungsi, Bogor pada bulan Juni 2011 yang lalu, dengan tema “The Traveling Chicken”.
 
Di workshop kali ini, Culinaroma berusaha untuk memberikan ide konsep ‘back to basic’ yang saat ini menjadi tren dan tetap akan menjadi classic & everlasting tren di market Indonesia, yaitu semua yang berkaitan dengan Chicken.
Culinaroma mengilustrasikan bahwa satu single-Chicken dapat dikreasikan menjadi 20 rasa masakan yang berbeda bahkan lebih, dan dalam Traveling Chicken ini disajikan berbagai macam masakan dari 5 negara yang sudah dievaluasi sesuai dengan market lokal.
 
Selain itu Culinaroma juga berusaha memberikan gambaran kepada klien bahwa Culinaroma sebenarnya tidak hanya didedikasikan ke satu segment aplikasi saja, misalnya segment snack tetapi juga untuk semua segment savory, yang dapat dilihat dari penyajian ide dari beberapa segment aplikasi di dalamnya.
Culinaroma percaya bahwa acara ini akan memberikan inspirasi baru dan segar baik untuk tim pemasaran dan juga tim R&D klien.
 
Traveling Chicken inipun didukung oleh capability Chicken flavor dari Firmenich sebagai Chicken Expertise dengan inovasi terbarunya yaitu Chicken Building Blocks yang sangat unik didevelop oleh flavorist dan tim aplikasi Firmenich. Masing-masing Chicken Building Block tersebut mempunyai karakter dan arah yang spesifik di mana dapat digunakan secara individual ataupun dapat dikombinasikan dalam satu sistem flavor untuk meningkatkan profile dari chicken tersebut sehingga didapatkan karakter Chicken yang lebih komplit sesuai dengan yang diinginkan. Oleh Karena itu, Klien dapat mengkreasikan sebuah flavor Chicken yang memiliki signature unik tersendiri dengan menggunakan kombinasi dari Chicken Building Blocks tersebut.
Happy Travelling!
 
 
(FOODREVIEW INDONESIA Edisi Agustus 2011)

Artikel Lainnya

  • Feb 05, 2023

    Pertimbangan Penggunaan Bahan Tambangan Pangan

    Pada dasarnya, penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) hanya digunakan pada produk pangan jika benar-benar diperlukan secara teknologi. BTP tidak digunakan untuk menyembunyikan penggunaan bahan yang tidak memenuhi syarat, cara kerja yang bertentangan dengan Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB) dan kerusakan pangan. Penambahan BTP pada produk pangan memiliki beberapa tujuan seperti membentuk pangan, memberikan warna, meningkatkan kualitas pangan, memperbaiki tekstur, meningkatkan cita rasa, meningkatkan stabilitas, dan mengawetkan pangan. ...

  • Feb 04, 2023

    CODEX UPDATE: Adopsi Standar Keamanan Baru

    Akhir tahun 2022 yang lalu telah diselenggarakan Sidang Komisi Codex Alimentarius ke-45 (CAC45), yang terdiri dari sidang pleno dari 21-25 November 2022 (secara daring dan luring), dan dilanjutkan adopsi laporan sidang pada pada 12- 13 Desember 2022 (secara daring). Secara umum dapat dilaporkan bahwa sidang Komisi Codex Alimentarius telah berhasil mengadopsi berbagai standar keamanan pangan baru. Standar baru tersebut terdiri dari teks pedoman, kode praktik, stantard komoditas, batas maksimum residu pestisida dam batas maksimum kontaminan. Disamping itu, CAC45 juga menyepakati beberapa pekerjaan baru untuk pengembangan standar/teks lainnya. Uraian lebih detail dan lengkap dapat diperoleh di laman: https://bit.ly/CAC45meetingdetail ...

  • Feb 03, 2023

    Pentingnya Pengendalian Rempah-Rempah

    Rempah-rempah memiliki potensi bahaya yang tidak bisa disepelekan begitu saja. Pengendalian harus dimulai dari budidaya tanaman rempah yang sudah menerapkan prinsip good practices. Titik kritisnya adalah pengendalian kelembapan udara karena dengan kelembapan yang tinggi maka pada umumnya mikroba akan lebih mudah tumbuh. Proses pengeringan juga merupakan proses yang sangat penting dalam penanganan pascapanen rempah-rempah. Manajemen keamanan pangan yang komprehensif yang meliputi good hygiene practices (GHP), good manufacturing practices (GMP) dan hazard analysis and critical control points (HACCP), harus diaplikasikan dengan konsisten.  ...

  • Feb 02, 2023

    Kontaminasi Mikroba pada Rempah-Rempah

    Rempah-rempah sebagai contoh adalah pala yang merupakan komoditas ekspor unggulan karena Indonesia termasuk salah satu negara produsen dan pengekspor biji dan fuli pala terbesar dunia. Pala merupakan media yang cocok untuk pertumbuhan kapang, bila kandungan air dan kelembapan lingkungan tidak dijaga dengan baik. Kapang yang dapat tumbuh di pala tidak saja dari jenis kapang perusak tetapi juga kapang toksigenik. Di antara kapang toksigenik yang dijumpai pada pala adalah Aspergillus flavus penghasil aflatoksin. Alfatoksin utamanya dari jenis B1 merupakan mikotoksin yang paling toksik di antara beberapa mikotoksin yang dikenal mengontaminasi pangan.  ...

  • Feb 01, 2023

    Peningkatan Kualitas dan Keamanan Rempah & Bumbu

    Upaya peningkatan ekspor rempah dan bumbu tentunya harus dibarengi dengan peningkatan kualitas dan keamanan rempah dan bumbu. Permasalahan kualitas dan keamanan rempah dan bumbu dapat diamati sejak prapanen sampai dengan pascapanen, sehingga hal ini membutuhkan penanganan yang komprehensif sepanjang rantai pangan pengolahan tersebut. Rempah-rempah yang tidak tertangani dengan baik rentan terhadap kontaminasi mikroba yang dapat menyebabkan kerusakan maupun penyebab foodborne disease. Hal ini menunjukkan perhatian dan penanganan yang serius perlu dilakukan terhadap bahaya bersumber mikroba tersebut beserta toksin yang dihasilkannya. ...