INFO GAPMMI


 

  • Badan POM mengajak GAPMMI menjadi partner dalam rangka evaluasi implementasi (Regulatory Impact Assessment) terhadap Penerapan Peraturan Kepala Badan POM mengenai No. HK. 00.06.2.52.4011 tentang Penetapan Batas Maksimum Cemaran Mikroba dan Kimia dalam Makanan. Oleh karenanya, GAPMMI saat ini tengah mengumpulkan masukan dari industri makanan minuman yang menjadi anggotanya.
 
  • Kick-off Meeting kegiatan Penyusunan Masterplan Percepatan dan Peluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025 dimulai di awal Februari 2011 dan ditargetkan untuk selesai dalam 100 hari untuk kemudian diluncurkan Presiden RI pada April 2011. Kemenko Perekonomian mengajak beberapa kalangan dari lintas kementerian, asosiasi, BUMN, swasta, dan pakar/akademisi dalam kegiatan penyusunan roadmap ini.  
 
  • Dalam rapat kerja Codex Indonesia 2011 dibahas pemilihan Ketua dan komposisi keanggotaan Kelompok Kerja, keanggotaan dan persiapan rapat Panitia Nasional, serta rencana kegiatan Codex Indonesia 2011. Posisi GAPMMI dalam Codex Indonesia pada tahun 2011 diwakili Adhi Lukman (Ketua Umum GAPMMI) sebagai Anggota Panitia Nasional, dan Ning Rahayu (Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan dan Regulasi GAPMMI) sebagai anggota Kelompok Kerja perwakilan dari dunia usaha. Kegiatan Codex Indonesia 2011 memprioritaskan pada persiapan penyusunan posisi Indonesia untuk sidang CCMAS, ATFC,  Executive Committee, dan CAC; rapat Kelompok Kerja dan Panitia Nasional, review pedoman penanganan Codex Indonesia, pengelolaan website, penyediaan data ilmiah, capacity building Codex, diseminasi hasil sidang Codex, persiapan Co Host sidang CCFFP,  dan pengajuan new work tempe.
 
  • Pemberlakuan Peraturan Menteri Keuangan No. 241 Tahun 2010 yang berisi revisi atas Bea Masuk yang dikenakan ke impor barang jadi maupun barang mentah, banyak menimbulkan kontroversi di kalangan pengusaha dalam negeri yang menolak adanya kenaikan bea masuk untuk bahan baku produksi mereka, seperti bahan baku plastik, tepung terigu, dan lain-lain. KADIN Indonesia menyampaikan keberatannya mengenai pemberlakuan ini dengan mengirim surat permohonan penundaan perberlakuan peraturan ini yang ditujukan kepada Menteri Keuangan RI. Untuk memperkuat dukungannya, KADIN Indonesia mengajak diskusi kepada seluruh Asosiasi/Gabungan/Himpunan untuk membahas identifikasi dampak PMK No. 241 Tahun 2010 dan PMK No.13 Tahun 2011 pada masing-masing sektor industri.
Oleh :   Fri-27
 
 
 
(FOODREVIEW INDONESIA Edisi Maret 2011)
 

Artikel Lainnya

  • Apr 26, 2022

    Peluang Snack Savoury di Indonesia

    Indonesia merupakan negara kepulauan yang dianugerahi dengan melimpahnya rempah yang tersebar hampir di seluruh wilayahnya. Tren kesehatan pada produk snack savoury didorong oleh kebutuhan akan pilihan yang lebih menyehatkan dengan jenis produk yang lebih rendah garam, lemak, dan gula. Di Indonesia, pengembangan produk snack savoury yang lebih menyehatkan ini memiliki peluang yang besar karena bahan bakunya yang melimpah seperti menggunakan kulit ikan, tempe, dan nori. Selain itu, dapat pula dikombinasikan dengan kearifan pangan tradisional yang saat ini juga tersedia. Ingridien fungsional juga dapat menjadi salah satu potensi untuk dikembangkan menjadi snack yang lebih menyehatkan. ...

  • Apr 26, 2022

    Ragam Snack Savoury di Indonesia

    Di Indonesia, snack dengan flavour savoury terus mengalami pertumbuhan terutama karena kondisi untuk terus berada di rumah. Secara global, tren snack di berbagai negara dapat berbeda- beda sesuai dengan apa yang menjadi ketertarikan konsumen di suatu daerah tersebut. Ada beberapa flavour savoury yang umum ditemukan pada produk snack Indonesia diantaranya adalah flavour panggang dan bakar seperti barbekyu dan hickory, panas dan pedas seperti cabai, flavour daging seperti ayam dan sapi, boga bahari serta flavour lokal seperti nasi goreng. Sedangkan flavour yang dipersepsikan memiliki kaitan dengan snack yang lebih menyehatkan diantaranya adalah flavour herba dan rempah seperti lada, jahe, dan lain sebagainya. ...

  • Apr 24, 2022

    Evaluasi Sensori pada Industri Pangan

    Evaluasi sensori diaplikasikan untuk berbagai lingkup penggunaan dalam industri pangan. Masing-masing lingkup penggunaan memiliki tujuan yang berbeda sehingga jenis uji sensori yang digunakan pun juga berbeda. ...

  • Apr 23, 2022

    Masa Depan Protein Nabati

    Protein memiliki peran strategis dalam pertumbuhan manusia. Karena itu, konsumsi protein perlu diperhatikan untuk dapat memenuhi kebutuhan yang diperlukan. Dewasa kini, protein berbasis nabati menunjukkan eksistensinya. Alternatif protein ini diprediksi didorong munculnya golongan fleksitarian (mengonsumsi lebih banyak pangan bersumber nabati daripada hewani).  ...

  • Apr 22, 2022

    Pengembangan Produk Snack Lebih Menyehatkan

    Snack yang lebih menyehatkan memang telah menjadi perhatian global pada hampir seluruh konsumen. Salah satu pendorong dari tren ini adalah meningkatnya penyakit tidak menular (PTM) terutama obesitas dan penyakit kardiovaskular, penyakit pernapasan kronis, diabetes, dan beberapa bentuk kanker yang berasal dari obesitas. Penyakit tidak menular ini dianggap sebagai salah satu masalah terbesar dalam masyarakat modern saat ini. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit tidak menular adalah pembunuh utama di Asia Tenggara, merenggut sekitar 8,5 juta jiwa setiap tahun. ...