Inovasi terkini flavor untuk produk minuman


 

Inovasi harmonisasi “perkawinan” flavor yang tidak lazim yang bercampur  pada produk  minuman berflavor di Amerika Serikat menarik dicermati. Beberapa campuran flavor tersebut di antaranya Watermelon-Thai basil, Lemon lavender, Chocolate Bacon. Penggunaan dua sensasi flavor yang “bertabrakan” nampaknya akan menjadi tren ke depan untuk menyiasati kejenuhan sensasi flavor yang selama ini telah umum dikenal. 
 
Setelah “booming” minuman berenergi, sport drink, minuman untuk pencegahan penyakit degenerasi, sekarang giliran minuman “pelepas stress” menjadi sorotan.  Pemanfaatan beberapa ingridien yang dikenal mempunyai kemampuan fisiologis untuk meredakan ketegangan syaraf seperti kelompok vitamin B (Niacin, riboflavin, thiamin, vitamin B-6 dsb) memerlukan penyelerasan kesan “meaty” kelompok senyawa ini, sedangkan penggunaan ingredien dari kelompok botani seperti green tea, botanicals (passion flower, chamomile,ashwagandha) dengan aroma khasnya memberi peluang kreasi flavor baru.  Selain itu, senyawa pelepas stress dari susu yang dikenal sebagai lactium (kasein susu terhidrolisa) akan mampu memberi mouthfeel yang lebih baik bagi produk minuman. 
 
Penggalian variasi flavor yang diperoleh dari tradisi lokal juga menarik untuk dilakukan. Pada minuman kopi, di Medan misalnya orang mengenal kopi yang dicampur dengan kedelai, di Jawa Tengah banyak dikonsumsi kopi + jagung atau kopi + gaplek dan mungkin masih banyak lagi komposisi kopi yang memberikan cita-rasa khas yang bisa menambah varian. 
Pengembangan minuman berbasis air kelapa juga merupakan inovasi yang diminati di beberapa negara.  Flavornya yang khas disukai dan keseimbangan kandungan mineral yang dimiliki mampu membuat air kelapa menjadi minuman isotonik alami yang diminati.  
 
Minat konsumen terhadap minuman berbasis buah-buahan juga tetap tinggi.  Kesan menyehatkan dan flavor yang menyegarkan menjadi daya tarik yang tak lekang oleh waktu. Kejenuhan pada flavor yang terbatas itu-itu saja membuka peluang untuk mengeksplorasi flavor-flavor yang dianggap kurang dikenal.
 
Kiwi, jambu biji, pisang, semangka, markisa, guanabana, melon dan cantaloupe  merupakan flavor tropikal yang meningkat popularitasnya dewasa ini karena konsumen di negara sub-tropis sedang memperluas pencarian pada sesuatu yang inovatif dan memberi pengalaman cita rasa yang beda.  Inovasi melalui penggabungan “novel” flavor buah-buahan tropis yang eksotis seperti acai, clamansi, cherimoya, buah naga, apel fuji, belimbing, cupuacu, mora berry, yuzu, white sapote, jaboticaba, lulo,guanabana, feijoa, manggis, mangga dengan flavor buah-buahan yang umum dikenal juga mulai dikembangkan. 
 
Masih pada ranah perluasan nuansa flavor buah-buahan, inovasi melalui buah-buahan pohon perdu seperti anggu merah, buah ceri dan cranberry dilaporkan banyak digunakan untuk flavor dasar minuman ringan baik yang bersoda atau tidak dan juga minuman berbahan dasar susu.  Flavornya yang ‘light” dan “crisp” memberikan profil buah yang menyenangkan yang dalam aplikasinya tidak memberikan pengaruh yang besar pada keseluruhan profil flavor. 
 
Alternatif lain pada inovasi flavor minuman  adalah pemanfaatan flavor floral dicampur dengan flavor buah untuk mengkreasi minuman berbasis jus buah atau minuman “sparkling” yang dianggap dapat menarik minat  kaum hawa.  Contoh gabungan flavor yang ditawarkan antara lain aerola orange blossom, blackberry violet, cassie strawberry, jasmine orange, mango mimosa dan mandarin mimosa. 
 
Inovasi dari kelompok sitrus yang masih menarik dilakukan adalah penggunaan flavor pummel alias kelompok jeruk besar seperti jeruk Bali atau jeruk Madiun.  Perkembangan persilangan yang menghasilkan jeruk-jeruk yang tidak terlalu sepat dan lebih manis memberi peluang lebih untuk pemanfaatannya dalam minuman.  Teknologi penanganan yang tepat seperti  yang telah dilakukan pada minuman  grapefruit  akan memberi pilihan flavor baru pada jajaran minuman berbahan dasar keluarga sitrus. 
 
Keinginan konsumen untuk memperoleh cita-rasa segar dan utuh dari bahan baku bahkan termasuk dengan kesan flavor pada tingkat kematangan tertentu masih menantang inovasi-inovasi baru dalam mengkreasikan flavor minuman yang mampu menjawab keinginan tersebut.  Teknologi analisis yang lebih canggih dan pemahaman yang lebih dalam tentang prekursor, interaksi dan pelepasan senyawa flavor dari bahan dapat menjadi media pencapaian. 
 
Pada jajaran teknologinya, enkapsulasi flavor dengan khamir (yeast) memberi peluang baru dalam inovasi perisa. Karakteristik salut ini yang tahan terhadap panas dan kestabilan lain yang ditawarkan menarik juga untuk dieksplorasi lebih jauh.  
 
Satu lagi inovasi yang agak “nyeleneh” tetapi menarik untuk digarap karena beberapa telah dikenal sebagai tradisi pangan beberapa masyarakat dunia adalah penggunaan flavor yang umum pada minuman ke dalam makanan.  Penggunaan wine sebagai pemberi flavor pada masakan Eropa bukan hal yang aneh, juga “coffee-ribs” umum dikenal dalam kuliner Singapore, sedang di Jepang dikenal dengan “ochazuke”nya (campuran nasi dengan seduhan teh hijau).  Flavor teh hijau Jepang bahkan sudah membuktikan kepiawaiannya untuk bercampur pada berbagai bentuk produk makanan mulai snack, cookies, bakeri bahkan mi.  Mungkin menarik untuk dicoba, “root beer –semur daging”, “sup jus blueberry dan mangga” atau kripik singkong “bandrek-saos padang” ?
Oleh : Prof. C. Hanny Wijaya, Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, FATETA IPB Bogor
 
 
(FOODREVIEW INDONESIA Edisi Mei 2011)

Artikel Lainnya

  • Jun 25, 2024

    Peningkatan Kualitas SDM Indonesia dengan Program Minum Susu

    Kualitas SDM Indonesia selalu mengalami perkembangan, namun masih perlu ditingkatkan. Tantangan utama meliputi peningkatan kualitas pendidikan, akses terhadap layanan kesehatan berkualitas, dan pengurangan ketimpangan ekonomi dan sosial. Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas SDM melalui berbagai program dan kebijakan. Diperlukan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan. ...

  • Jun 24, 2024

    Yoghurt: Ragam & Inovasinya

    Yoghurt merupakan produk susu fermentasi populer yang dihasilkan oleh bakteri asam laktat; serta kaya akan protein, vitamin, dan mineral. Selain itu, yoghurt juga dapat dikonsumsi untuk penderita intoleransi laktosa, karena sebagian laktosa telah terfermentasi menjadi asam laktat dan komponen lainnya. ...

  • Jun 21, 2024

    Susu Kambing: Karakteristik & Fungsionalitasnya

    Saat ini, tren konsumsi susu kambing kian marak. Hal ini didorong oleh beberapa faktor, di antaranya kemudahan pencernaan, tidak menimbulkan reaksi alergi, dan dapat digunakan sebagai pelengkap diet bagi kalangan yang memiliki kebutuhan zat gizi khusus. Meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat pasca pandemi Covid-19 turut memperkuat tren ini. Susu kambing dapat dikonsumsi dalam bentuk susu pasteurisasi maupun olahannya seperti yoghurt, kefir, dan keju. ...

  • Jun 07, 2024

    Tantangan Perubahan Iklim terhadap Keamanan Pangan

    Perubahan iklim telah menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi sektor pangan global. Kenaikan suhu, perubahan pola curah hujan, dan meningkatnya frekuensi peristiwa cuaca ekstrem seperti banjir dan kekeringan, mengganggu produksi pangan di berbagai belahan dunia. Perubahan ini tidak hanya mengurangi hasil panen, tetapi juga mempengaruhi kualitas pangan, meningkatkan risiko ketidakamanan pangan. Kondisi ini sangat meresahkan karena populasi dunia terus bertambah, sehingga kebutuhan pangan semakin mendesak. ...

  • Jun 07, 2024

    Validasi dan Verifikasi dalam Pengontrolan Alergen di Industri Pangan

    Validasi dan verifikasi merupakan dua langkah kunci dalam pengendalian alergen di industri pangan.  ...