FiA 2012 Diharapkan dapat Memacu Investasi Produksi Ingridien Lokal




Ingridien merupakan bahan-bahan yang digunakan untuk keperluan produksi pangan. Menurut Direktur SEAFAST Center IPB, Prof. Purwiyatno Hariyadi, terdapat tiga jenis ingridien pangan, yakni bahan baku, bahan tambahan, dan bahan penolong. Ingridien pangan tersebut dapat berasal dari bahan hewani, nabati, hasil fermentasi, dan sintetik.

Sayangnya, saat ini sebagian besar ingridien pangan masih berupa impor. Wakil Ketua Umum Bidang Program dan Kerja Sama GAPMMI, Lena Prawira, memperkirakan sekitar 80 % bahan tambahan pangan masih impor. "Akibatnya harganya cukup fluktuatif dan tergantung dengan kurs," tutur Lena. Apalagi, saat ini prosedur importasi cukup rumit. Oleh sebab itu, Lena mengharapkan agar produsen ingridien lokal dapat lebih berkembang.

Potensi tersebut cukup besar, mengingat Indonesia kaya akan bahan baku. "Saat ini sebenarnya sudah ada produsen yang mengembangkan ekstrak, pemanis, dan flavor dari bahan lokal. Tapi jumlahnya masih sedikit," kata Lena. Padahal, menurut Purwiyatno Hariyadi, penelitian mengenai aplikasi dan pengembangan ingridien berbasis bahan baku lokal juga cukup banyak. "Bahkan beberapa diantaranya memeliki karakter dan fungsi yang tak kalah dengan produk impor," ungkap Purwiyatno. Dia menyontohkan ekstrak buah merah yang kandungan karotenoidanya melebihi wortel. Begitupun minyak sawit, yang selain dapat digunakan sebagai minyak goreng, juga ternyata memiliki kandungan vitamin E sangat tinggi. Tidak hanya itu, minyak sawit juga bisa digunakan untuk pembuatan cocoa butter substitute.

Mengingat pentingnya ingridien pangan tersebut, baik Lena maupun Purwiyatno berharap agar pameran Food Ingredients Asia 2012 yang akan diselenggarakan di Jakarta 3-5 Oktober mendatang dapat memacu investor dalam pengembangan ingridien lokal. Senior Event Manager UBM Asia - Indonesia (selaku penyelenggara), Maria Lioe, menyebutkan bahwa setidaknya pameran tersebut akan diikuti oleh 500 exhibitor dari berbagai negara. "Namun, hingga saat ini, peserta dari Indonesia masih sekitar 10%. Sedangkan sisanya adalah peserta asing," ujar Maria.@hendryfri

Artikel Lainnya