Better Snacks with Probiotics: Penganan Kering berbasis Nabati


Oleh Lilis Nuraida
Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian IPB University dan SEAFAST Center IPB University

Mikrobiota saluran pencernaan merupakan salah satu elemen kunci dalam menjaga kesehatan manusia. Ketidakseimbangan mikrobiota saluran pencernaan telah dikaitkan dengan berbagai penyakit seperti obesitas, diabetes tipe 2, intestinal bowel diseases (IBDs) dan beberapa jenis kanker. Probiotik telah digunakan untuk mempertahankan atau merestorasi ketidakseimbangan mikrobiota saluran pencernaan sehingga dapat mencegah berbagai penyakit, selain mencegah terjadinya diare. 

Pada umumnya, pangan pembawa probiotik adalah produk susu terutama susu fermentasi. Namun saat ini penggunaan pangan non-susu sebagai matriks pembawa probiotik terus dikembangkan. Buah-buahan, sayuran, serealia dan kacang-kacangan merupakan opsi pembawa probiotik sebagai substitusi susu. Buah-buahan dan sayuran mengandung gizi yang baik dan komponen fungsional seperti mineral, vitamin, serat, fitokimia yang berperan sebagai antioksidan sehingga cocok untuk dikembangkan sebagai pangan fungsional. Selain penggunaan jus buah-buahan dan sayuran, penganan (snack) berbasis buah-buahan, sayuran, serealia dan kacang-kacangan berpotensi sebagai pembawa probiotik. Pengembangan penganan memiliki beberapa keuntungan karena mudah menjadi bagian diet sehari-hari yang dimakan di antara waktu makan dan dapat dikonsumsi oleh anak-anak maupun orang dewasa. Penganan kering berbasis buah-buahan yang mengandung probiotik merupakan bentuk pengembangan produk inovatif non-susu dan dapat menjadi pembawa probiotik bagi konsumen yang memiliki pembatas pada diet atau tidak dapat mengonsumsi produk susu. Pangan probiotik berbasis tanaman, pada umumnya kaya akan serat, vitamin (misalnya vitamin C, vitamin K), dan mineral (misalnya besi, magnesium), sementara itu, pangan probiotik berbasis susu, kaya akan protein, kalsium dan vitamin B.

Penganan merupakan pangan yang terus berkembang dan dipicu dengan permintaan konsumen terhadap penganan yang menyehatkan. Pengembangan penganan ini mencakup: 1) penggunaan ingridien yang memiliki fungsi tertentu misalnya penganan yang berprotein tinggi untuk mendukung pertumbuhan otot, sumber energi dan menjaga stamina serta mengelola berat badan; 2) penganan yang mengandung ingridien menyehatkan, antara lain dengan menggunakan ingridien alami termasuk probiotik, prebiotik dan DHA; 3) penganan dengan menggunakan bahan alami dan bahan lokal, mengandung gula rendah, menambah vitamin atau mineral; 4) penganan yang dibuat dengan mengedepankan perlindungan terhadap alam, misalnya mengurangi limbah, mempromosikan praktik pertanian berkelanjutan dan melindungi hutan; dan 5) penganan dengan menambahkan pangan hasil laut dan ingridien berbasis hasil laut ke dalamnya sehingga penganan memiliki flavor yang unik dan memanfaatkan gizi yang berasal dari pangan hasil laut.

Inovasi dalam pengembangan penganan untuk memenuhi kebutuhan konsumen dalam memeliharan kesehatan yang mencakup penambahan protein, serat, probiotik, prebiotik, vitamin, omega 3 dan antioksidan disebut juga penganan generasi kedua. Penganan generasi kedua ini menggunakan ingridien berbasis tanaman seperti protein kacangkacangan/pea, tepung chickpea dan rumput laut untuk menyediakan pilihan penganan berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dalam memformulasi penganan sebagai pembawa probiotik, strain yang digunakan harus mampu bertahan pada kondisi proses dan dalam saluran pencernaan.

Penganan probiotics berbasis buah-buahan
Penggunaan buah-buahan sebagai pembawa probiotik juga tidak memerlukan penambahan ingridien artifisial, sehingga dapat memenuhi keinginan konsumen untuk memperoleh bahan alami. Berbagai buah-buahan seperti apel, kiwi, mangga, stroberi, nanas, aprikot, pepaya, pisang telah dikembangkan sebagai penganan pembawa probiotik. Strain probiotik dari spesies Lantiplantibacillus plantarum, Lacticaseibacillus casei, L. rhamnosus, Bacillus coagulans, Bifidobacterium bifidum telah diteliti sebagai probiotik pada penganan buah-buahan. Tantangan terbesar dalam mengembangkan pangan probiotik adalah viabilitas selama proses dan stabilitasnya selama penyimpanan sehingga memberikan manfaat kepada konsumen. Proses pembuatan penganan berbasis buah-buahan berisi probiotik mencakup penambahan probiotik ke dalam matriks buah atau sayur dan melakukan pengawetan produk tersebut dengan pengeringan. 
 

  • Teknik penambahan probiotik ke dalam matriks buah-buahan:
    Artikel bersambung...
    Klik Next › untuk melanjutkan membaca.
Halaman 1 dari 4

Artikel Terkait