
Dalam rangka mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, Indonesia Toray Science Foundation (ITSF) setiap tahunnya mengadakan pemberian penghargaan bagi ilmuwan berprestasi. Melalui panitia seleksi yang telah ditunjuk, ITSF menetapkan beberapa kriteria penilaian, yakni 1) jumlah dan kualitas publikasi di jurnal, 2) kualitas jurnal dimana publikasi tersebut dilakukan, 3) apakah publikasi merupakan hasil independen atau bimbingan, 3) adakah terobosan ilmiah yang dicapai pada publikasi tersebut, dan 5) sikap ilmiah sang ilmuwan.
Setelah melalui beberapa tahapan seleksi, akhirnya diputuskan Dr. Ingrid S. Surono (Universitas Indonesia) sebagai peraih Science and Technology Award yang memasuki tahun ke-18 ini. Dr. Ingrid terpilih, karena penelitiannya pada probiotik indigenous Indonesia memberikan terobosan yang berarti dalam ilmu pengetahuan.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ingrid mengungkapkan bahwa bakteri Lactobacillus platarum IS-10506 dan Enterococcus faecium IS-27526 yang ditemukan pada dadih mampu beradesi pada mukus usus manusia, berkompetisi dengan bakteri patogen, bertahan hidup dalam saluran cerna, dan terbukti aman -bahkan pada seseorang yang sedang mengalami gangguan sistem imun. Lebih lanjut penelitian Dr. Ingrid menemukan fakta, kedua bakteri probiotik tersebut juga mampu meningkatkan respon imun humoral slgA dan meningkatkan berat badan balita.
Temuan Dr. Ingrid tersebut sangat penting dalam pengembangan produk pangan fungsional Indonesia. Apalagi, saat ini bakteri probiotik yang digunakan untuk produk yoghurt dan sejenisnya masih diperoleh dari impor. @hendryfri

