Sebuah pameran akbar tentang produk organik dan herbal digelar di Bogor, yang dilaksanakan bertepatan dengan hari jadi kota bogor ke-530. Kegiatan yang berlangsung pada 9-10 Juni tersebut diikuti 35 stan pelaku organik serta 10 food festival. Diselenggarakan oleh Aliansi Organis Indonesia (AOI), Asosiasi Kewirausahaan Sosial Indonesia (AKSI), Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Pemerintah Kota Bogor tersebut ditujukan untuk menunjukkan kepada masyarakat tentang betapa besar kekayaan sumber daya alam Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan, herbal, kosmetik, dan lain sebagainya. Dengan pengelolaan yang mengutamakan harmonisasi alam dengan cara yang organik, pemasaran atau perdagangan yang adil di setiap rantai pemasaran, diharapkan petani, pengolah dan masyarakat luas dapat mengambil manfaat dari sumber daya alam tersebut. Selain bazaar aneka produk organik, informasi dan produk herbal, gelaran ini diisi pula dengan talkshow, seminar, workshop dan berbagai lomba organik dan herbal.
Presiden AOI Sabastian Saragih dalam pembukaan acara mengemukakan, penolakan produk pertanian Indonesia di pasaran global tidak selalu harus diselesaikan dengan cara sistematis dan lobi-lobi perdagangan. “Indonesia harus mengubah arah pertaniannya sehingga menjadi produser penting produk pertanian organik di dunia. Simulasi yang dilakukan oleh AOI untuk beberapa produk pertanian perkebunan menunjukkan bahwa kenaikan investasi untuk beralih organik hanyalah sekitar 10% dan setelah 3 tahun kenaikan keuntungan sekitar 50%,” kata Sabastian.
Ia menandaskan, dengan adanya sertifikasi produk organik, secara otomatis mematahkan kampanye lawan bisnis dengan isu lingkungan dan isu sosial, karena klaim organis sudah sesuai dengan standar lingkungan dan sosial. AOI sebagai asosiasi penggiat pertanian organis di Indonesia, yang meliputi 79 anggota yang tersebar di 20 propinsi, telah berupaya untuk merangkul pelaku pertanian organik untuk turut serta dalam ajang ekshibisi baik di kancah nasional dan internasional.
Ning Harmanto yang mewakili AKSI menambahkan, pameran yang melibatkan banyak pihak terkait dengan pertanian organik serta herbal ini tidak hanya semata memburu keuntungan namun juga memburu kebaikan, khususnya bagi masyarakat kecil dan terlebih khusus kepada petaninya agar dapat hidup layak sehingga dapat terangkat derajatnya. “Saya juga berharap acara semacam ini tidak hanya diselenggarakan di Bogor, namun juga dapat dilakukan di kota-kota lain di Indonesia, sehingga akan membantu memasyaratkan pertanian organik,” kata Ning. Dalam acara ini, Ning juga melaunching secara perdana Puskesmas Herbal dan memberikan jasa pengobatan gratis bagi para pengunjung yang hadir di pameran.K-08

