Susu Hilo Adakan Pemilihan Duta Lingkungan




PT Nutriffood Indonesia melalui brand susu HiLo kembali menggelar kompetisi modeling untuk menjadi duta lingkungan. Duta lingkungan terpilih nantinya bersama Hilo akan menginspirasi masyarakat dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Event bernama HiLo Grand Ambasaddor (HGA), telah ‘menjaring’ 20 finalis dari 4 kota besar di Indonesia untuk kemudian akan dipilih satu duta pada cara final yang akan diselenggarakan 7 September 2013 nanti.

Melalui konferensi persnya di Jakarta kemarin (5/9/2013), Angelique Dewi, Nutrifood Head of Marketing Communication mengatakan, “Finalis HGA diperoleh dari audisi yang dilakukan di setiap kota. Seorang HGA harus memiliki communication skill yang baik sehingga dapat secara aktif bersama Hilo menginspirasi masyarakat luas untuk melestarikan lingkungan. Seorang HGA juga harus mampu berkolaborasi dengan berbaagai organisasi dan komunitas hijau baik di tingkat nasional maupun internasional untuk melakukan aksi nyata bagi lingkungan”. Lebih lanjut menurut Angelique, untuk menjadi pemenang HGA, finalis harus memiliki karakter dan dedikasi tinggi untuk secara aktif menginspirasi masyarakat dalam menjalankan gaya hidup hijau bersama HiLo, memiliki potensi untuk terus aktif dalam mengampanyekan isu lingkungan, dan memiliki komitmen kuat untuk secara berkelanjutan menjalankan gaya hidup hijau.

Masing-masing finalis HGA memiliki bakat dan keunikan yang tidak biasa. Arya, finalis HGA asal Sumatera Barat misalnya, dia adalah peneliti muda yang mewakili Indonesia dalam kompetisi sains tingkat dunia. Arya meneliti batu zeolite yang berpotensi memiliki kemampuan untuk mengurangi polusi udara. Lain lagi finalis asal DKI Jakarta Ranitya yang memilih komik sebagai sarana edukasi masyarakat untuk lebih mencintai lingkungan dan sungai di Jakarta. Sedangkan Rudy, finalis asal Semarang merupakan dokter muda yang concern terhadap penyakit tropis yang berhubungan dengan perubahan iklim.

Tidak seperti 2 tahun sebelumnya, HGA tahun ini hanya akan memilih satu duta (laki-laki atau perempuan). HGA terpilih akan melakuakn masa tugas dengan Hilo selama 1 tahun selain mengikuti kegiatan-kegiatan sosial yang terkait dengan isu lingkungan. Pemenang HGA juga berkesempatan menjadi cover packaging Hilo. Ita

Artikel Lainnya

  • Feb 05, 2023

    Pertimbangan Penggunaan Bahan Tambangan Pangan

    Pada dasarnya, penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) hanya digunakan pada produk pangan jika benar-benar diperlukan secara teknologi. BTP tidak digunakan untuk menyembunyikan penggunaan bahan yang tidak memenuhi syarat, cara kerja yang bertentangan dengan Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB) dan kerusakan pangan. Penambahan BTP pada produk pangan memiliki beberapa tujuan seperti membentuk pangan, memberikan warna, meningkatkan kualitas pangan, memperbaiki tekstur, meningkatkan cita rasa, meningkatkan stabilitas, dan mengawetkan pangan. ...

  • Feb 04, 2023

    CODEX UPDATE: Adopsi Standar Keamanan Baru

    Akhir tahun 2022 yang lalu telah diselenggarakan Sidang Komisi Codex Alimentarius ke-45 (CAC45), yang terdiri dari sidang pleno dari 21-25 November 2022 (secara daring dan luring), dan dilanjutkan adopsi laporan sidang pada pada 12- 13 Desember 2022 (secara daring). Secara umum dapat dilaporkan bahwa sidang Komisi Codex Alimentarius telah berhasil mengadopsi berbagai standar keamanan pangan baru. Standar baru tersebut terdiri dari teks pedoman, kode praktik, stantard komoditas, batas maksimum residu pestisida dam batas maksimum kontaminan. Disamping itu, CAC45 juga menyepakati beberapa pekerjaan baru untuk pengembangan standar/teks lainnya. Uraian lebih detail dan lengkap dapat diperoleh di laman: https://bit.ly/CAC45meetingdetail ...

  • Feb 03, 2023

    Pentingnya Pengendalian Rempah-Rempah

    Rempah-rempah memiliki potensi bahaya yang tidak bisa disepelekan begitu saja. Pengendalian harus dimulai dari budidaya tanaman rempah yang sudah menerapkan prinsip good practices. Titik kritisnya adalah pengendalian kelembapan udara karena dengan kelembapan yang tinggi maka pada umumnya mikroba akan lebih mudah tumbuh. Proses pengeringan juga merupakan proses yang sangat penting dalam penanganan pascapanen rempah-rempah. Manajemen keamanan pangan yang komprehensif yang meliputi good hygiene practices (GHP), good manufacturing practices (GMP) dan hazard analysis and critical control points (HACCP), harus diaplikasikan dengan konsisten.  ...

  • Feb 02, 2023

    Kontaminasi Mikroba pada Rempah-Rempah

    Rempah-rempah sebagai contoh adalah pala yang merupakan komoditas ekspor unggulan karena Indonesia termasuk salah satu negara produsen dan pengekspor biji dan fuli pala terbesar dunia. Pala merupakan media yang cocok untuk pertumbuhan kapang, bila kandungan air dan kelembapan lingkungan tidak dijaga dengan baik. Kapang yang dapat tumbuh di pala tidak saja dari jenis kapang perusak tetapi juga kapang toksigenik. Di antara kapang toksigenik yang dijumpai pada pala adalah Aspergillus flavus penghasil aflatoksin. Alfatoksin utamanya dari jenis B1 merupakan mikotoksin yang paling toksik di antara beberapa mikotoksin yang dikenal mengontaminasi pangan.  ...

  • Feb 01, 2023

    Peningkatan Kualitas dan Keamanan Rempah & Bumbu

    Upaya peningkatan ekspor rempah dan bumbu tentunya harus dibarengi dengan peningkatan kualitas dan keamanan rempah dan bumbu. Permasalahan kualitas dan keamanan rempah dan bumbu dapat diamati sejak prapanen sampai dengan pascapanen, sehingga hal ini membutuhkan penanganan yang komprehensif sepanjang rantai pangan pengolahan tersebut. Rempah-rempah yang tidak tertangani dengan baik rentan terhadap kontaminasi mikroba yang dapat menyebabkan kerusakan maupun penyebab foodborne disease. Hal ini menunjukkan perhatian dan penanganan yang serius perlu dilakukan terhadap bahaya bersumber mikroba tersebut beserta toksin yang dihasilkannya. ...