
Keamanan produk pangan sangat penting, karena banyak sanitasi pangan menjadi masalah yang besar di dunia pangan. Efek yang akan terjadi jika tidak memperhatikan keamanan produk pangan yaitu: penyakit dan kematian yang akan dialami oleh konsumen, serta adanya penarikan kembali barang yang telah diedarkan dan kehilangan kepercayaan dari konsumen.
Koordinator keamanan pangan PT Nutrifood Indonesia Hilma Shadaq dalam sebuah seminar yang selenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan IPB Bogor pada awal Juli lalu mengatakan, beberapa hal yang terkait dengan keamanan pangan yakni peraturan dan persyaratan lainnya yang relevan, undang-undang dan peraturan lainnya yang mengatur masalah pangan,serta literatur tentang pangan dan panduan teknis keamanan pangan dari asosiasi.
Hal lain yang harus mendapat perhatian yakni rantai pangan seperti suplier, khususnya dalam hal spesifikasi yang disyaratkan berkaitan dengan keamanan pangan. Hal berikutnya yakni customer mencakup Whole saler, handling didistributor, dan informasi yang diperlukan agar produk tetap aman. Dari segi konsumen, aspek keamanan yang harus diperhatikan meliputi informasi penyajian dan penyimpanan sehingga produk tetap aman untuk digunakan.
Hilma menmaparkan, kontaminan produk pangan terbagi menjadi 3 kategori yakni fisik, biologi dan kimia, yang bersumber dari manusia, hama, air, udara, bahan mentah, binatang dan unggas, tanah, serta sampah pangan.
Kontaminan yang bersumber dari manusia perlu mendapat perhatian ekstra, karena bisa menular melalui tangan atau korotan,yang kemudian masuk dan terakumulasi dalam tubuh lewat makanan - sehingga terjadilah penyakit.
lebih jauh Hilma menjelaskan, kondisi yang diperlukan mikroba untuk berkembangbiak adalah makanan terutama yang protein tinggi), kehangatan (5-63 derajad celcius), waktu (10 menit), dan air ( RH > 70%). Jika salah satu kondisi dihilangkan maka bakteri tidak dapat hidup. Perkembangbiakan bakteri dengan membelah diri menjadi dua. "Pada kondisi yang ideal, bakteri akan membelah diri setiap 10 menit. Satu bakteri akan menjadi 1.000.000 dalam 3 jam dan 20 menit. Pertumbuhan bakteri disebut juga exponential growth,"jelas Hilma.
Penerapan sistem keamanan pangan meliputi dari proses persiapan, yakni pemilihan bahan mentah dan penanganan bahan mentah, pengolahan, produksi, pengemasan, penyimpanan, transportasi (distribusi) dan penyajian kepada konsumen. Dalam proses, kecepatan suhu dan waktu harus diperhatikan, agar kandungan suatu gizi tidak hidang. Hilma mengingatkan perlunya diadakan pelatihan-pelatihan mengenai keamanan produk pada industri, agar karyawan mengetahui betapa pentingnya keamanan produk agar tidak terjadi kontaminasi. lulu (FRI-32)
Aplikasi Sistem Keamanan Pangan di Industri Pangan

Keamanan produk pangan sangat penting, karena banyak sanitasi pangan menjadi masalah yang besar di dunia pangan. Efek yang akan terjadi jika tidak memperhatikan keamanan produk pangan yaitu: penyakit dan kematian yang akan dialami oleh konsumen, serta adanya penarikan kembali barang yang telah diedarkan dan kehilangan kepercayaan dari konsumen.
Koordinator keamanan pangan PT Nutrifood Indonesia Hilma Shadaq dalam sebuah seminar yang selenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan IPB Bogor pada awal Juli lalu mengatakan, beberapa hal yang terkait dengan keamanan pangan yakni peraturan dan persyaratan lainnya yang relevan, undang-undang dan peraturan lainnya yang mengatur masalah pangan,serta literatur tentang pangan dan panduan teknis keamanan pangan dari asosiasi.
Hal lain yang harus mendapat perhatian yakni rantai pangan seperti suplier, khususnya dalam hal spesifikasi yang disyaratkan berkaitan dengan keamanan pangan. Hal berikutnya yakni customer mencakup Whole saler, handling didistributor, dan informasi yang diperlukan agar produk tetap aman. Dari segi konsumen, aspek keamanan yang harus diperhatikan meliputi informasi penyajian dan penyimpanan sehingga produk tetap aman untuk digunakan.
Hilma menmaparkan, kontaminan produk pangan terbagi menjadi 3 kategori yakni fisik, biologi dan kimia, yang bersumber dari manusia, hama, air, udara, bahan mentah, binatang dan unggas, tanah, serta sampah pangan.
Kontaminan yang bersumber dari manusia perlu mendapat perhatian ekstra, karena bisa menular melalui tangan atau korotan,yang kemudian masuk dan terakumulasi dalam tubuh lewat makanan - sehingga terjadilah penyakit.
lebih jauh Hilma menjelaskan, kondisi yang diperlukan mikroba untuk berkembangbiak adalah makanan terutama yang protein tinggi), kehangatan (5-63 derajad celcius), waktu (10 menit), dan air ( RH > 70%). Jika salah satu kondisi dihilangkan maka bakteri tidak dapat hidup. Perkembangbiakan bakteri dengan membelah diri menjadi dua. "Pada kondisi yang ideal, bakteri akan membelah diri setiap 10 menit. Satu bakteri akan menjadi 1.000.000 dalam 3 jam dan 20 menit. Pertumbuhan bakteri disebut juga exponential growth,"jelas Hilma.
Penerapan sistem keamanan pangan meliputi dari proses persiapan, yakni pemilihan bahan mentah dan penanganan bahan mentah, pengolahan, produksi, pengemasan, penyimpanan, transportasi (distribusi) dan penyajian kepada konsumen. Dalam proses, kecepatan suhu dan waktu harus diperhatikan, agar kandungan suatu gizi tidak hidang. Hilma mengingatkan perlunya diadakan pelatihan-pelatihan mengenai keamanan produk pada industri, agar karyawan mengetahui betapa pentingnya keamanan produk agar tidak terjadi kontaminasi. lulu (FRI-32)

