Kondisi Keamanan Pangan di Indonesia



Data dari situs Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB/United Nations) menunjukkan bahwa ada lebih dari 600 juta kasus penyakit bawaan pangan setiap tahunnya. Angka ini tentu menjadi ancaman terutama terkait dengan kesehatan manusia dan ekonomi. Diperkirakan sekitar 420.000 orang di seluruh dunia meninggal setiap tahunnya karena mengonsumsi pangan yang terkontaminasi dan anak- anak di bawah usia 5 tahun membawa 40% beban penyakit bawaan pangan dengan angka kematian mencapai 125.000 setiap tahun.

Di Indonesia, berdasarkan pada Laporan Tahunan Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan Tahun 2019, kasus keracunan yang dilaporan melalui aplikasi SPIMKer-KLB KP selama tahun 2019 oleh 257 rumah sakit dari 2.813 rumah sakit di Indonesia sebanyak 6.205 data kasus keracunan. Berdasarkan penyebab keracunan, dilaporkan lima kelompok penyebab keracunan terbanyak adalah binatang (47,34%), minuman (13,19%), obat (9,92%), makanan (7,63%), dan kimia (7,01%). Secara lebih spesifik, kelimpok penyebab keracunan karena makanan, paling banyak terjadi karena pangan olahan rumah tangga (265), kemudian diikuti dengan makanan olahan jasaboga sebanyak 97 kasus. 

Lebih lengkapnya silakan baca secara langsung FoodReview Indonesia edisi Juni 2022: Pangan Harus Aman dengan fitur digital interaktif yang dapat diakses pada https://bit.ly/onlinejuni22fri

Tidak mau ketinggalan setiap edisinya?
Daftar langsung untuk berlangganan (GRATIS) https://bit.ly/FRIDIGITAL 

Gabung dan lengkapi koleksi majalah FoodReview:
Newsletter: http://bit.ly/fricommunity 
Search FOODREVIEW on TOKOPEDIA & SHOPEE

#foodreviewindonesia #foodscience #foodtechnology #ilmupangan #teknologipangan #industripangan #food #pangan #harus #aman #food #safety #is #a #must #food #safety #is #everyone's #business

Artikel Lainnya

  • Jul 30, 2022

    Penentu Status Kopi Spesialti

    Berdasarkan sudut pandang Specialty Coffee Association (SCA), beberapa penentu status spesialti adalah atribut sweetness, uniformity dan clean cup sehingga jika kopi dinilai tidak manis, tidak seragam, maupun memiliki skor rendah untuk clean cup maka skor totalnya akan rendah, dan nilai pasar atau harga jualnya juga dinilai lebih rendah. Adapun adanya kecacatan secara sensori pada sampel kopi yang diuji juga menentukan kopi tersebut berkualitas spesialti atau tidak. ...

  • Jul 29, 2022

    Commercial Coffe Cupping

    Cupping pada umumnya dilakukan sebagai sarana mengevaluasi mutu kopi yang dilakukan oleh cuppers untuk tujuan komersial. Di dalam cupping, menguji cita rasa kopi merupakan sarana penentuan grade, dan juga melatih para cuppers dalam meningkatkan kemampuan mendeskripsikan citarasa kopi. ...

  • Jul 28, 2022

    Spesifikasi Mutu Kopi

    Mutu kopi dipengaruhi oleh atribut intrinsik dan atribut ekstrinsiknya. Atribut intrinsik meliputi antribut sensori kopi yang dihasilkan, ukuran biji, dan karakter kopi lainnya. Sedangkan atribut ekstrinsik, meliputi origin, sertifikasi, dan lainnya (Fernández-Alduenda dan Giuliano, 2021). ...

  • Jul 28, 2022

    Asosiasi Sensori Indonesia (ASENSINDO) Dideklarasikan

    Produk pangan terus mengalami pergeseran sejalan dengan keinginan dan tuntutan konsumen. Sejalan dengan hal tersebut, mutu dan kualitas dari suatu produk pangan juga tidak bisa diabaikan begitu saja. Untuk dapat mengontrol dan mengukur hal tersebut, salah satu cara yang sering dan masih terus digunakan evaluasi sensori. ...

  • Jul 27, 2022

    Tahapan Proses Kristalisasi

    Pengendalian proses kristalisasi lemak diperlukan agar mendapatkan karakter produk yang diinginkan. Fenomena supercooling terjadi ketika lemak cair diturunkan suhunya hingga di bawah titik lelehnya namun tetap berupa fase cair. ...