Volume Penjualan produk Pangan Diprediksi Rp 605 trilyun pada 2011

GAPMMI memperkirakan pada 2011 ini volume penjualan produk pangan akan mencapai angka di kisaran Rp 605 trilyun. Ketua Umum GAPMMI Adhi Lukman mengatakan, berdasar data yang ada di asosiasinya, pertumbuhan industri pangan di Indonesia tumbuh cukup baik. Pada 2007 misalnya, volume penjualan mencapai Rp 383 trilun yang meningkat menjadi Rp 505 trilyun pada tahun berikutnya. tren pertumbuhan ini terus berlanjut pada 2009 yang mencapai volume penjualan Rp 555 trilyun.

Namun ironisnya, walaupun industri pangan merupakan salah satu kontributor terbesar dalam pertumbuhan perekonomian nasional, masih banyak faktor termasuk kebijakan pemerintah yang masih belum sepenuhnya mendukung perkembangan industri pangan domestik. Di sisi lain,"Ancaman dari produk pangan impor terus bertambah, sejalan dengan integrasi perekonomian Indonesia dengan perekonomian regional dan global," kata Adhi Lukman di Jakarta siang ini (17/1).

Masalah dan tantangan lain menurut Adhi yakni belum sinerginya peraturan perpajakan dan retribusi yang berhubungan dengan industri pangan, tingginya harga bahan baku dan kemasan pangan, kebijakan energi nasional yang belum mampu memenuhi kebutuhan industri pangan, keterbatasan infrastruktur jalan, pelabuhan, jaringan listrik dan pipa gas.

Berkaitan dengan hal itu, agar industri pangan domestik tumbuh cepat dan memiliki daya saing yang tangguh, Adhi Lukman memaparkan tentang hal-hal yang sebaiknya segera dilaksanakan, yakni:promosi produk industri pangan dalam negeri, agar muncul kebanggaan masyarakat Indonesia untuk mengonsumsi produk dalam negeri. Hal ini bisa dincontoh dari Jepang dan Korea yang sukses mempromosikan gerakan cinta menggunakan produk dalam negeri. Langkah lainnya yakni segera melaksakana reformasi kebijakan dan regulasi di Indonesia yang menyangkut industri pangan domestik. Kebijakan sebaiknya tidak tumpang tindih, baik antar departemen maupun antara daerah satu dengan daerah lain. Fri-08


Artikel Terkait