Executive Briefing: Food Safety Management System

Pentingnya masalah keamanan pangan telah menyebabkan perkembangan berbagai macam jenis standar keamanan pangan di dunia. Beberapa standar yang saat ini berlaku antara lain BRC Global Standard- Food, International Food Standard, AIB Consolidated Standards for Food Safety, RVA, ISO 22000: 2005, dan beberapa standar keamanan pangan yang dikembangan sendiri oleh industri. Namun, pada dasarnya sebagian besar standar tersebut mengacu kepada HACCP sebagai dasar sistem keamanan pangannya. Hal tersebut dikemukakan oleh Dwi Rizki Tirtasujana, Senior Consultant Premysis Consulting, dalam acara Executive Briefing: Food Safety Management System di InterContinental MidPlaza Hotel jakarta pada 17 Juli 2007 lalu. Lebih lanjut Rizki menyatakan bahwa antara Quality Management System dan Food Safety Management System dapat diintegrasikan. Misalnya untuk kebijakan perusahaan, dimana perusahaan dapat merefleksikan komitmen managementnya dalam mutu dan keamanan sekaligus. Begitupun untuk management representatif, dokumentasi, audit dan management reviewnya.

Hadir pula sebagai pembicara dalam acara tersebut adalah Lead Auditor Regulation System Certification Manager PT. TUV NORD Indonesia, Usman Suwandi. Dalam kesempatan tersebut, Usman mengungkapkan ada 10 tahapan untuk mendapatkan sertifikasi, yaitu kick off meeting, pembentukan steering committee, pembentukan management representative dan ISO team, pemahaman terhadap ISO, Dokumentasi dan training, implementasi, internal audit treaning, conducting audit and corrective action, management review, dan preliminary assesment. Fri-09


Artikel Terkait