Resensi Buku Smart Eating: Nutritious and Delicious

Kesehatan merupakan dambaan setiap orang. Oleh sebab itu, perlu dijaga sebaik mungkin. Salah satu hal terpenting untuk menjaga kesehatan adalah cerdas dan bijak dalam memilih makanan dan minuman. Dalam artian, pangan yang dikonsumsi tidak hanya sekedar enak dan lezat, tetapi juga harus aman dan bergizi. Mengingat pentingnya pangan bagi kesehatan, maka majalah KULINOLOGI INDONESIA bekerja sama dengan PT Dairygold Indonesia menerbitkan buka Smart Eating, Nutritious and Delicious.

Buku Smart Eating berisi empat bagian utama, yakni Konsep, Outlet-Bakery, Outlet-Cafe&Resto, dan Outlet Others. Bagian konsep berisi mengenai pengetahuan ilmiah tentang gizi seimbang beserta peranan keju dan kesehatan.

Pada bagian pertama, Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat IPB, Prof. Dr. Ali Khomsan, dalam buku tersebut menyatakan, bahwa sebenarnya tidak sulit untuk mencapai gizi seimbang. Dia menganjurkan agar masyarakat sebaiknya mengonsumsi segala sesuatu secara moderate, tidak berlebihan dan tidak boleh kurang. Bagkan Departemen Kesehatan pada tahun 1996 juga telah menerbitkan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) untuk melengkapi konsep 4 sehat 5 sempurna.

Sementara itu ahli KULINOLOGI INDONESIA, Hindah J. Muaris, menginformasikan konsep gizi seimbang yang dikembangkan oleh USDA (Departemen Pertanian Amerika Serikat). Tidak berbeda jauh dengan anjuran Departemen Kesehatan RI (sekarang Kementerian Kesehatan), USDA menggambarkan konsep gizi seimbang dalam bentuk piramida. Di mana gizi seimbang berasal dari konsumsi pangan secara beraneka ragam dan cukup, serta diimbangi aktivitas tubuh (exercise). Di sinilah, menurut Hindah, keju dapat berperan sebagai salah satu sumber protein, lemak, dan beberapa zat gizi mikro.

Berdasarkan prosesnya, terdapat dua jenis keju, yakni keju natural dan keju olahan. Menurut Pratomodjati, Direktur PT Dairygold Indonesia (produsen keju CHEESY), keju natural dibuat dengan bahan baku utama susu. Sedangkan keju olahan dibuat dengan bahan baku utama keju natural. Meskipun tidak sama persis, keduanya merupakan produk yang berasal dari susu, sehingga dapat menjadi pilihan dalam aneka hidangan.

Direktur SEAFAST Center IPB, Prof. Purwiyatno Hariyadi mengungkapkan, bahwa sebagai konsentrat susu, keju memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan. Di antaranya adalah memperkuat tulang, membantu mencegah osteoporosis, mencegah gigi berlubang, dan bahkan berpotensi mencegah kanker. Hal ini dikarenakan terdapat asam lemak khas yang ditemukan pada produk olahan susu, yakni asam linoleat terkonjugasi (ALT) atau conjugated linoleic acid (CLA). Bahkan, National Academy of Science adalah satu-satunya asam lemak yang secara jelas dapat menghambat kanker pada hewan percobaan.

Sesuai judulnya "Smart Eating", buku ini tidak melupakan hal terpenting dalam memilih pangan. Cerdas bukan hanya sekedar memperhatikan nilai gizinya, tetapi juga harus aman dikonsumsi. Sekretaris Jenderal Jejaring Intelijen Pangan, Prof. Winiati P. Rahayu, dalam buku tersebut bahkan memberikan tips jajan yang sehat. Sangat menarik sekali.

Rekomendasi tempat-tempat jajan lezat dan sehat dibahas dalam tiga bagian utama selanjutnya. Bukan hanya sekedar rekomendasi, tetapi pembaca juga mendapat informasi perkiraan nilai gizi salah satu produknya.

Buku Smart Eating, Nutritious and Delicious, kini sudah bisa didapatkan di toko-toko buku kesayangan Anda.


Artikel Terkait