Kertas Food Grade Mendukung Keamanan Produk Pangan


 

Salah satunya adalah yang dilakukan oleh PT Cakrawala Mega Indah (CMI) yang memproduksi kertas khusus untuk produk pangan, dengan brand Foopak. Perusahaan dalam grup Sinar Mas ini memproduksi kertas food grade sekaligus untuk mengurangi masalah pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh plastik. ”Kami ingin membantu masalah tersebut dengan memproduksi kemasan makanan yang ramah lingkungan, dan aman untuk kesehatan,“ jelas Head of product Entrepreneur Department PT Cakrawala Mega Indah Anil Kumar Sharma dalam kesempatan bincang-bincang dengan FOODREVIEW INDONESIA. Sejak dua tahun lalu, tambahnya, FooPak yang memiliki empat kategori produk tersebut diproduksi secara bertahap, agar kesiapannya di pasar dapat dirancang dengan matang.
 
Product Manager-Fine paper Department PT CMI Yulina Waty menambahkan, bahwa empat kategori Foopak tersebut adalah moisture proof paper, heat sealable paper, paper cup, dan grease proof paper. Keempat kemasan ini mempunyai fungsi dan kelebihannya masing-masing.
 
Moisture proof paper secara khusus dirancang untuk aplikasi kemasan beku, yang juga dapat dipanaskan dalam oven pada 1030C selama 10 menit. Kelebihan kemasan ini adalah food grade, dapat diaplikasikan pada kemasan pangan yang disimpan pada refrigerator dengan rentang suhu yang lebih luas. Kemasan ini cocok untuk produk kemasan seperti sandwich, atau ice cake boxes. Adapun Heat sealable paper,merupakan kertas yang khusus dirancang tanpa lapisan PE, dan tentu saja food grade. Kemasan ini cocok diaplikasikan pada paper plates, atau sandwich packaging. Heat sealable paper ini belum mempunyai segmen pasar di Indonesia. Kertas ini lebih banyak beredar di pasar Eropa, Yulina menambahkan, heat sealable paper mampu menyimpan makanan dalam waktu 3 hari dalam kondisi tetap fresh.
 
Kategori kemasan berikutnya adalah paper cup, yang merupakan kertas dasar yang dirancang untuk aplikasi gelas kertas, yang umum digunakan pada paper cups, noodle cup, coffee cup dan paper plates. Kertas food grade yang khusus dirancang untuk produk pangan yang berminyak atau berlemak yakni grease proof paper yang cocok sebagai wadah makan siang, bungkus burger, wadah french fries atau wadah untuk chips.
 
Kontrol ketat proses produksi
 
Kertas food grade diproduksi secara khusus agar memenuhi persyaratan FDA (AS) maupun ISEGA
Pentingnya keamanan pangan serta produksi pangan yang bersifat lebih ramah lingkungan telah mendorong banyak industri untuk menyediakan suatu produk yang mendukung ke arah itu.
Kertas Food Grade Mendukung Keamanan Produk Pangan
(Uni Eropa). Product Entrepreneur Manager Corporate Marketing PT CMI, Ramdes Pera menjelaskan, semua kertas yang diproduksi terbuat dari kayu yang dijadikan pulp. Pulp tersebut diolah di mesin kertas, sehingga terbentuklah lembaran kertas. “Semua produk kertas ini spesial, oleh karena itu dibutuhkan perlakuan khusus dan kontrol yang sangat ketat, misalnya bahan yang dipakai menggunakan warna asalnya, seperti putih keruh atau warna pulp, pemakaian bahan tambahan pun harus diperhatikan, karena harus memenuhi syarat sebagai produk food grade,” kata Ramdes sembari menegaskan proses produksi yang detail tersebut untuk memastikan tidak adanya proses migrasi ke dalam produk pangan yang dikemas. FRI-14
 
(FOODREVIEW INDONESIA Edisi Januari 2011)

Artikel Lainnya

  • Feb 05, 2023

    Pertimbangan Penggunaan Bahan Tambangan Pangan

    Pada dasarnya, penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) hanya digunakan pada produk pangan jika benar-benar diperlukan secara teknologi. BTP tidak digunakan untuk menyembunyikan penggunaan bahan yang tidak memenuhi syarat, cara kerja yang bertentangan dengan Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB) dan kerusakan pangan. Penambahan BTP pada produk pangan memiliki beberapa tujuan seperti membentuk pangan, memberikan warna, meningkatkan kualitas pangan, memperbaiki tekstur, meningkatkan cita rasa, meningkatkan stabilitas, dan mengawetkan pangan. ...

  • Feb 04, 2023

    CODEX UPDATE: Adopsi Standar Keamanan Baru

    Akhir tahun 2022 yang lalu telah diselenggarakan Sidang Komisi Codex Alimentarius ke-45 (CAC45), yang terdiri dari sidang pleno dari 21-25 November 2022 (secara daring dan luring), dan dilanjutkan adopsi laporan sidang pada pada 12- 13 Desember 2022 (secara daring). Secara umum dapat dilaporkan bahwa sidang Komisi Codex Alimentarius telah berhasil mengadopsi berbagai standar keamanan pangan baru. Standar baru tersebut terdiri dari teks pedoman, kode praktik, stantard komoditas, batas maksimum residu pestisida dam batas maksimum kontaminan. Disamping itu, CAC45 juga menyepakati beberapa pekerjaan baru untuk pengembangan standar/teks lainnya. Uraian lebih detail dan lengkap dapat diperoleh di laman: https://bit.ly/CAC45meetingdetail ...

  • Feb 03, 2023

    Pentingnya Pengendalian Rempah-Rempah

    Rempah-rempah memiliki potensi bahaya yang tidak bisa disepelekan begitu saja. Pengendalian harus dimulai dari budidaya tanaman rempah yang sudah menerapkan prinsip good practices. Titik kritisnya adalah pengendalian kelembapan udara karena dengan kelembapan yang tinggi maka pada umumnya mikroba akan lebih mudah tumbuh. Proses pengeringan juga merupakan proses yang sangat penting dalam penanganan pascapanen rempah-rempah. Manajemen keamanan pangan yang komprehensif yang meliputi good hygiene practices (GHP), good manufacturing practices (GMP) dan hazard analysis and critical control points (HACCP), harus diaplikasikan dengan konsisten.  ...

  • Feb 02, 2023

    Kontaminasi Mikroba pada Rempah-Rempah

    Rempah-rempah sebagai contoh adalah pala yang merupakan komoditas ekspor unggulan karena Indonesia termasuk salah satu negara produsen dan pengekspor biji dan fuli pala terbesar dunia. Pala merupakan media yang cocok untuk pertumbuhan kapang, bila kandungan air dan kelembapan lingkungan tidak dijaga dengan baik. Kapang yang dapat tumbuh di pala tidak saja dari jenis kapang perusak tetapi juga kapang toksigenik. Di antara kapang toksigenik yang dijumpai pada pala adalah Aspergillus flavus penghasil aflatoksin. Alfatoksin utamanya dari jenis B1 merupakan mikotoksin yang paling toksik di antara beberapa mikotoksin yang dikenal mengontaminasi pangan.  ...

  • Feb 01, 2023

    Peningkatan Kualitas dan Keamanan Rempah & Bumbu

    Upaya peningkatan ekspor rempah dan bumbu tentunya harus dibarengi dengan peningkatan kualitas dan keamanan rempah dan bumbu. Permasalahan kualitas dan keamanan rempah dan bumbu dapat diamati sejak prapanen sampai dengan pascapanen, sehingga hal ini membutuhkan penanganan yang komprehensif sepanjang rantai pangan pengolahan tersebut. Rempah-rempah yang tidak tertangani dengan baik rentan terhadap kontaminasi mikroba yang dapat menyebabkan kerusakan maupun penyebab foodborne disease. Hal ini menunjukkan perhatian dan penanganan yang serius perlu dilakukan terhadap bahaya bersumber mikroba tersebut beserta toksin yang dihasilkannya. ...