Half Day Dairy Workshop with Firmenich


 

Sebagai salah satu flavor house yang berkompeten di Indonesia, Firmenich Indonesia kembali menyelenggarakan workshop untuk para klien setianya. Dengan tema “Dairy the Next Generation”, Firmenich mencoba memaparkan tren dairy product yang marak di pasaran terutama pasar Asia Pasifik. “Dairy workshop ini diharapkan dapat memberikan ide-ide segar kepada para klien untuk menciptakan produk-produk baru dari susu, “ Jelas Santayana Leoputra dan Jacqueline Karina, Sweet Goods Team Firmenich Indonesia.
 
Dairy workshop yang digelar pada 6-10 Juni 2011 ini mengundang 10 klien Firmenich yang bergelut di dunia susu dan produk olahannya. Menurut pemaparan Firmenich Team, ada empat tren kunci dairy product di pasar Asia Pasifik, yakni dairy for nutrition, functionality, indulgence and experience, dan dairy for refreshment. Dari empat kunci ini, Firmenich dengan tim inovasinya mencoba menguraikan key trend tersebut menjadi konsep-konsep segar agar tercipta produk baru dan disukai di pasar.
 
Main driven atau key of trend dari dairy product yang pertama adalah dairy for nutrition, contoh produknya seperti susu tinggi kalsium, susu dengan vitamin yang komplit, susu dengan sereal (susu untuk breakfast), susu dengan superfruit (tambahan buah-buah seperti pomegranate, blueberry, kiwi, acai), atau susu dengan fruit and veggies. Yang kedua yakni, dairy for functionality yang mengarah kepada manfaat fungsional yang diperoleh setelah mengonsumsi susu. Seperti misalnya, susu untuk kesehatan pencernaan karena mengandung prebiotik dan probiotik, susu untuk kesehatan jantung (taking care of your heart) yang biasanya mengandung omega 3, susu untuk kesehatan otak yang mengandung gingko biloba, DHA, dan Vitamin B, atau susu untuk kesehatan mata yang mengandung minyak ikan. Selanjutnya yakni dairy for indulgence yang dapat memberikan kesan menyenangkan saat minum susu. Biasanya konsep ini dihubungkan dengan dessert, seperti susu pada es krim, yogurt, tiramisu, cheese cake, smoothies atau milkshake. Atau susu yang dikombinasikan dengan bahan-bahan lokal seperti susu rasa kacang hijau, kacang merah, atau susu rasa pepaya. Dan terakhir yakni dairy for refreshment yang menimbulkan kesan bahwa susu tersebut ‘segar’ dengan campuran bahan-bahan alami, seperti misalnya ada potongan buah dalam susu yang memberikan kesan bahwa produk tersebut fresh.
 
Digawangi oleh seorang Dairy Expert yang didatangkan langsung dari Firmenich Singapura, yakni Vivek Bhandari dan Yukiko Ando Ovesen seorang senior flavorist khusus dairy kategori, acara ini sukses menjawab kebutuhan para klien yang hadir.

 

Oleh : Fitria

 

(FOODREVIEW INDONESIA Edisi Agustus 2011)

Artikel Lainnya

  • Feb 05, 2023

    Pertimbangan Penggunaan Bahan Tambangan Pangan

    Pada dasarnya, penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) hanya digunakan pada produk pangan jika benar-benar diperlukan secara teknologi. BTP tidak digunakan untuk menyembunyikan penggunaan bahan yang tidak memenuhi syarat, cara kerja yang bertentangan dengan Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB) dan kerusakan pangan. Penambahan BTP pada produk pangan memiliki beberapa tujuan seperti membentuk pangan, memberikan warna, meningkatkan kualitas pangan, memperbaiki tekstur, meningkatkan cita rasa, meningkatkan stabilitas, dan mengawetkan pangan. ...

  • Feb 04, 2023

    CODEX UPDATE: Adopsi Standar Keamanan Baru

    Akhir tahun 2022 yang lalu telah diselenggarakan Sidang Komisi Codex Alimentarius ke-45 (CAC45), yang terdiri dari sidang pleno dari 21-25 November 2022 (secara daring dan luring), dan dilanjutkan adopsi laporan sidang pada pada 12- 13 Desember 2022 (secara daring). Secara umum dapat dilaporkan bahwa sidang Komisi Codex Alimentarius telah berhasil mengadopsi berbagai standar keamanan pangan baru. Standar baru tersebut terdiri dari teks pedoman, kode praktik, stantard komoditas, batas maksimum residu pestisida dam batas maksimum kontaminan. Disamping itu, CAC45 juga menyepakati beberapa pekerjaan baru untuk pengembangan standar/teks lainnya. Uraian lebih detail dan lengkap dapat diperoleh di laman: https://bit.ly/CAC45meetingdetail ...

  • Feb 03, 2023

    Pentingnya Pengendalian Rempah-Rempah

    Rempah-rempah memiliki potensi bahaya yang tidak bisa disepelekan begitu saja. Pengendalian harus dimulai dari budidaya tanaman rempah yang sudah menerapkan prinsip good practices. Titik kritisnya adalah pengendalian kelembapan udara karena dengan kelembapan yang tinggi maka pada umumnya mikroba akan lebih mudah tumbuh. Proses pengeringan juga merupakan proses yang sangat penting dalam penanganan pascapanen rempah-rempah. Manajemen keamanan pangan yang komprehensif yang meliputi good hygiene practices (GHP), good manufacturing practices (GMP) dan hazard analysis and critical control points (HACCP), harus diaplikasikan dengan konsisten.  ...

  • Feb 02, 2023

    Kontaminasi Mikroba pada Rempah-Rempah

    Rempah-rempah sebagai contoh adalah pala yang merupakan komoditas ekspor unggulan karena Indonesia termasuk salah satu negara produsen dan pengekspor biji dan fuli pala terbesar dunia. Pala merupakan media yang cocok untuk pertumbuhan kapang, bila kandungan air dan kelembapan lingkungan tidak dijaga dengan baik. Kapang yang dapat tumbuh di pala tidak saja dari jenis kapang perusak tetapi juga kapang toksigenik. Di antara kapang toksigenik yang dijumpai pada pala adalah Aspergillus flavus penghasil aflatoksin. Alfatoksin utamanya dari jenis B1 merupakan mikotoksin yang paling toksik di antara beberapa mikotoksin yang dikenal mengontaminasi pangan.  ...

  • Feb 01, 2023

    Peningkatan Kualitas dan Keamanan Rempah & Bumbu

    Upaya peningkatan ekspor rempah dan bumbu tentunya harus dibarengi dengan peningkatan kualitas dan keamanan rempah dan bumbu. Permasalahan kualitas dan keamanan rempah dan bumbu dapat diamati sejak prapanen sampai dengan pascapanen, sehingga hal ini membutuhkan penanganan yang komprehensif sepanjang rantai pangan pengolahan tersebut. Rempah-rempah yang tidak tertangani dengan baik rentan terhadap kontaminasi mikroba yang dapat menyebabkan kerusakan maupun penyebab foodborne disease. Hal ini menunjukkan perhatian dan penanganan yang serius perlu dilakukan terhadap bahaya bersumber mikroba tersebut beserta toksin yang dihasilkannya. ...