Tekad Swasembada Susu 2020




Peluang untuk memenuhi kebutuhan susu dari dalam negeri sangat terbuka lebar. Mulai dari peternak sapi perah, koperasi-koperasi peternak, penyuplai pakan ternak, industri pengelolaan susu (IPS), hingga kelembagaan peternak sapi seperti Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI), semuanya telah ada di Indonesia.

Hal itu didukung pula oleh pertambahan penduduk dan peningkatan taraf pendidikan masyarakat, telah berkontribusi besar dalam meningkatkan tingkat konsumsi susu secara nasional. Hal ini menjadi peluang tersendiri bagi para produsen susu segar baik para peternak susu sapi maupun IPS untuk terus meningkatkan produksinya.

Hal itu disampaikan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Syukur Iwantoro dalam seminar tentang swasembada susu di Jakarta pada 4 Juli lalu. Usaha peningkatan produksi susu segar dalam negeri (SSDN), urainya, sangat berpeluang bagi para peternak sapi perah maupun IPS untuk mengisi 70 persen kebutuhan yang selama ini dicukupi dari impor. Fakta tersebut bisa mendorong semua pihak utk mewujudkan swasembada susu pada tahun 2020, yang menargetkan hingga 50 persen peningkatan kontribusi SSDN untuk mengisi kebutuhan susu nasional. "Usaha sapi perah merupakan jenis usaha padat karya sehingga penyerapan tenaga kerja dan adopsi teknologi baru juga ikut meningkat, serta dapat membangkitkan perekonomian masyarakat di pedesaan,"kata Iwantoro.

Ketua Dewan Persusuan Nasional Teguh Boediyana menambahkan, jika diasumsikan bahwa pada tahun 2020 tercapai swasembada susu, yakni mampu memenuhi 90% dari kebutuhan susu nasional atau sekitar 5,4 Milyar liter, Teguh menghitung, pada tahun 2012 tersebut harus ada sekitar 1,44 juta ekor sapi perah laktasi. Jika yang menjadi kekhawatiran selama ini adalah ketersediaan lahan dan hijauan untuk ternak, sebenarnya lahan masih cukup luas dan terdapat daerah yang sesuai untuk pengembangan sapi perah. Hanya saja, selama ini peternakan sapi perah masih berpusat di daerah tertentu di Pulau Jawa, sehingga wajar jika terjadi kesulitan tersendiri untuk memenuhi dua hal tersebut. "Perlu dilakukan pengembangan usaha peternakan sapi perah di luar Jawa yang pada dasarnya juga memiliki potensi yang sangat bagus untuk pengembangan usaha ini,"tandas Teguh.

Berkaitan dengan hal di atas, pengusaha sapi perah asal Medan Petrus Sitepu setuju bahwa di luar Pulau Jawa banyak lahan yang berpotensi untuk pengembangan peternakan sapi perah. Menurutnya, selama ini ada potensi besar di luar Jawa yang terlupakan, khususnya untuk peternakan sapi perah. Petrus dapat membuktikan sendiri usaha peternakan sapi perah sangat menjanjikan di luar Jawa, terutama di daerah Berastagi, Kabupaten Karo Sumatera Utara melalui keberhasilan yang ia lakukan dalam pengembangan usaha peternakan sapi perah. Dalam skala regional, pemilik PT. Putra Indo Mandiri Sejahtera (PT. PIMS), Gundaling Farm-Berastagi ini mengaku menjadi penyuplai susu utama di Kabupaten Karo. Untuk itu, dia sangat yakin Indonesia mampu swasembada susu pada tahun 2020.

Oleh karena itu, Petrus menegaskan, program swasembada susu 2020 sangat mungkin dapat tercapai asal dilakukan pengembangan sentra-sentra baru produksi susu sapi perah di luar Pulau Jawa seperti di Sumut, Sumbar, Bengkulu, Lampung, Kalsel, Sulsel, Sulut, Riau, dan Bali. Dengan demikian, suplai susu dalam negeri dapat terpenuhi dari dalam negeri sendiri, sekaligus pendapatan peternak meningkat di atas Upah Minimum Regional (UMR).Fri-35 (ola)

(FOODREVIEW INDONESIA Edisi Juli 2012)

Artikel Lainnya

  • Jun 25, 2024

    Peningkatan Kualitas SDM Indonesia dengan Program Minum Susu

    Kualitas SDM Indonesia selalu mengalami perkembangan, namun masih perlu ditingkatkan. Tantangan utama meliputi peningkatan kualitas pendidikan, akses terhadap layanan kesehatan berkualitas, dan pengurangan ketimpangan ekonomi dan sosial. Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas SDM melalui berbagai program dan kebijakan. Diperlukan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan. ...

  • Jun 24, 2024

    Yoghurt: Ragam & Inovasinya

    Yoghurt merupakan produk susu fermentasi populer yang dihasilkan oleh bakteri asam laktat; serta kaya akan protein, vitamin, dan mineral. Selain itu, yoghurt juga dapat dikonsumsi untuk penderita intoleransi laktosa, karena sebagian laktosa telah terfermentasi menjadi asam laktat dan komponen lainnya. ...

  • Jun 21, 2024

    Susu Kambing: Karakteristik & Fungsionalitasnya

    Saat ini, tren konsumsi susu kambing kian marak. Hal ini didorong oleh beberapa faktor, di antaranya kemudahan pencernaan, tidak menimbulkan reaksi alergi, dan dapat digunakan sebagai pelengkap diet bagi kalangan yang memiliki kebutuhan zat gizi khusus. Meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat pasca pandemi Covid-19 turut memperkuat tren ini. Susu kambing dapat dikonsumsi dalam bentuk susu pasteurisasi maupun olahannya seperti yoghurt, kefir, dan keju. ...

  • Jun 07, 2024

    Tantangan Perubahan Iklim terhadap Keamanan Pangan

    Perubahan iklim telah menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi sektor pangan global. Kenaikan suhu, perubahan pola curah hujan, dan meningkatnya frekuensi peristiwa cuaca ekstrem seperti banjir dan kekeringan, mengganggu produksi pangan di berbagai belahan dunia. Perubahan ini tidak hanya mengurangi hasil panen, tetapi juga mempengaruhi kualitas pangan, meningkatkan risiko ketidakamanan pangan. Kondisi ini sangat meresahkan karena populasi dunia terus bertambah, sehingga kebutuhan pangan semakin mendesak. ...

  • Jun 07, 2024

    Validasi dan Verifikasi dalam Pengontrolan Alergen di Industri Pangan

    Validasi dan verifikasi merupakan dua langkah kunci dalam pengendalian alergen di industri pangan.  ...