Penelitian Manfaat Umami bagi Kesehatan




Penelitian mengenai fungsi fisiologis dan gizi dari komponen pembentuk rasa umami ternyata mendapat banyak perhatian dari berbagai peneliti dunia. Setelah dinyatakan keamanannya oleh berbagai lembaga dunia, termasuk US FDA dan JECFA, kini banyak penelitian diarahkan untuk mengeksplorasi manfaat rasa umami.

salah satu manfaat rasa umami yang diteliti oleh Hayakawa et al. (2008) adalah kemampuannya menstimulasi saliva. Hal tersebut diungkapkan oleh Scientific Affairs Representative Umami Information Center, Ana San Gabriel, D.V.M. beberapa waktu lalu dihadapan mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung beberapa waktu lalu. "Saliva penting bagi kesehatan dan memiliki beberapa fungsi fisiologis. Sekresi saliva akan berkurang seiring peningkatan usia, yang mengakibatkan permasalahan dalam rasa dan hygiene," ujar Ana.

Lebih lanjut Ana juga mengungkapkan manfaat rasa umami dalam mengurangi penggunaan sodium dalam suatu masakan. "Walau MSG dan NaCl sama-sama mengandung sodium, namun MSG mengandung sodium dalam jumlah yang lebih sedikit," tutur Ana. Penelitian Yamaguchi dan Takahashi (1984) menyebutkan bahwa dalam kombinasi yang tepat, penggunaan MSG dapat mengurangi penggunaan NaCl dengan tetap menghasilkan sup yang disukai, "artinya total sodium pada masakan akan lebih kecil dibandingkan dengan tanpa MSG."

Ana juga menjelaskan manfaat rasa umami dalam saluran gastrointestinal. Menurutnya di dalam perut terdapat reseptor glutamat dan mempengaruhi sekresi asam lambung. Penelitian lain juga menjelaskan manfaat MSG bagi kalangan lanjut usia (lansia). "Glutamat dapat memperbaiki kualitas kehidupan pasien lansia," ucapnya. Fri-09

Artikel Lainnya

  • Feb 05, 2023

    Pertimbangan Penggunaan Bahan Tambangan Pangan

    Pada dasarnya, penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) hanya digunakan pada produk pangan jika benar-benar diperlukan secara teknologi. BTP tidak digunakan untuk menyembunyikan penggunaan bahan yang tidak memenuhi syarat, cara kerja yang bertentangan dengan Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB) dan kerusakan pangan. Penambahan BTP pada produk pangan memiliki beberapa tujuan seperti membentuk pangan, memberikan warna, meningkatkan kualitas pangan, memperbaiki tekstur, meningkatkan cita rasa, meningkatkan stabilitas, dan mengawetkan pangan. ...

  • Feb 04, 2023

    CODEX UPDATE: Adopsi Standar Keamanan Baru

    Akhir tahun 2022 yang lalu telah diselenggarakan Sidang Komisi Codex Alimentarius ke-45 (CAC45), yang terdiri dari sidang pleno dari 21-25 November 2022 (secara daring dan luring), dan dilanjutkan adopsi laporan sidang pada pada 12- 13 Desember 2022 (secara daring). Secara umum dapat dilaporkan bahwa sidang Komisi Codex Alimentarius telah berhasil mengadopsi berbagai standar keamanan pangan baru. Standar baru tersebut terdiri dari teks pedoman, kode praktik, stantard komoditas, batas maksimum residu pestisida dam batas maksimum kontaminan. Disamping itu, CAC45 juga menyepakati beberapa pekerjaan baru untuk pengembangan standar/teks lainnya. Uraian lebih detail dan lengkap dapat diperoleh di laman: https://bit.ly/CAC45meetingdetail ...

  • Feb 03, 2023

    Pentingnya Pengendalian Rempah-Rempah

    Rempah-rempah memiliki potensi bahaya yang tidak bisa disepelekan begitu saja. Pengendalian harus dimulai dari budidaya tanaman rempah yang sudah menerapkan prinsip good practices. Titik kritisnya adalah pengendalian kelembapan udara karena dengan kelembapan yang tinggi maka pada umumnya mikroba akan lebih mudah tumbuh. Proses pengeringan juga merupakan proses yang sangat penting dalam penanganan pascapanen rempah-rempah. Manajemen keamanan pangan yang komprehensif yang meliputi good hygiene practices (GHP), good manufacturing practices (GMP) dan hazard analysis and critical control points (HACCP), harus diaplikasikan dengan konsisten.  ...

  • Feb 02, 2023

    Kontaminasi Mikroba pada Rempah-Rempah

    Rempah-rempah sebagai contoh adalah pala yang merupakan komoditas ekspor unggulan karena Indonesia termasuk salah satu negara produsen dan pengekspor biji dan fuli pala terbesar dunia. Pala merupakan media yang cocok untuk pertumbuhan kapang, bila kandungan air dan kelembapan lingkungan tidak dijaga dengan baik. Kapang yang dapat tumbuh di pala tidak saja dari jenis kapang perusak tetapi juga kapang toksigenik. Di antara kapang toksigenik yang dijumpai pada pala adalah Aspergillus flavus penghasil aflatoksin. Alfatoksin utamanya dari jenis B1 merupakan mikotoksin yang paling toksik di antara beberapa mikotoksin yang dikenal mengontaminasi pangan.  ...

  • Feb 01, 2023

    Peningkatan Kualitas dan Keamanan Rempah & Bumbu

    Upaya peningkatan ekspor rempah dan bumbu tentunya harus dibarengi dengan peningkatan kualitas dan keamanan rempah dan bumbu. Permasalahan kualitas dan keamanan rempah dan bumbu dapat diamati sejak prapanen sampai dengan pascapanen, sehingga hal ini membutuhkan penanganan yang komprehensif sepanjang rantai pangan pengolahan tersebut. Rempah-rempah yang tidak tertangani dengan baik rentan terhadap kontaminasi mikroba yang dapat menyebabkan kerusakan maupun penyebab foodborne disease. Hal ini menunjukkan perhatian dan penanganan yang serius perlu dilakukan terhadap bahaya bersumber mikroba tersebut beserta toksin yang dihasilkannya. ...