15 Tim Finalis Siap Berjuang di Final Nasional Aqua DNC




Aqua Danone Nations Cup (DNC) kembali digelar tahun 2013. Selama 11 tahun Aqua menyelenggarakan festival sepakbola tahunan untuk anak-anak usia 10-12 tahun dari seluruh Indonesia. Program ini sebagai bentuk apresiasi dalam mewujudkan mimpi anak-anak Indonesia di bidang olahraga, khususnya sepakbola, dan dapat berlaga di pentas dunia membela Garuda.


Aqua DNC 2013 ini diikuti oleh 5.800 tim sepakbola atau sekitar 63.000 anak dari 15 wilayah mewakili 22 provinsi di seluruh Indonesia. Lima ribu tim ini bertanding melalui babak kualifikasi untuk kemudian terpilih menjadi 15 tim yang akhirnya berlaga di babak Final. Final akan berlangsung di Stadion Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Jakarta pada tanggal 1-2 Juni, dan juaranya akan mewakili Indonesia dalam final dunia DNC 2013 di Stadion Wembley, London, Inggris.


Branch Director Danone Aqua, Febby Intan mengatakan, “Mendukung Indonesia menjadi lebih baik merupakan salah satu komitmen kami dengan menciptakan wadah untuk anak-anak yang mempunyai bakat di bidang sepak bola”. Sementara itu, dalam sambutannya, Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo menambahkan, “ Kami (pemerintah) sejak awal mendukung mengembangkan sepakbola Indonesia tetapi bukan hanya tugas pemerintah dan organisasi terkait, namun semua pihak. Salah satunya Danone Aqua yang menggelar festival sepakbola anak-anak di Indonesia yang bertaraf nasional dan internasional dalam rangka mencari bibit-bibit baru”.


Acara yang diadakan di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta ini (30/5) ini juga mengundang Timo Sheunemann sebagai pelatih tim nasional Aqua DNC 2013, Anggota Komite Eksekutif PSSI, La Siya, dan Andik Vermansyah yang merupakan alumni DNC tahun 2004 yang membagi pengalaman tentang keikutsertaannya di ajang Aqua DNC serta memberikan motivasi bagi tim yang lolos ke dalam 15 finalis. Pada kesempatan yang sama juga digelar group drawing yang menentukan lawan tanding masing-masing tim di laga final nanti. Afrilia.

Artikel Lainnya

  • Feb 05, 2023

    Pertimbangan Penggunaan Bahan Tambangan Pangan

    Pada dasarnya, penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) hanya digunakan pada produk pangan jika benar-benar diperlukan secara teknologi. BTP tidak digunakan untuk menyembunyikan penggunaan bahan yang tidak memenuhi syarat, cara kerja yang bertentangan dengan Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB) dan kerusakan pangan. Penambahan BTP pada produk pangan memiliki beberapa tujuan seperti membentuk pangan, memberikan warna, meningkatkan kualitas pangan, memperbaiki tekstur, meningkatkan cita rasa, meningkatkan stabilitas, dan mengawetkan pangan. ...

  • Feb 04, 2023

    CODEX UPDATE: Adopsi Standar Keamanan Baru

    Akhir tahun 2022 yang lalu telah diselenggarakan Sidang Komisi Codex Alimentarius ke-45 (CAC45), yang terdiri dari sidang pleno dari 21-25 November 2022 (secara daring dan luring), dan dilanjutkan adopsi laporan sidang pada pada 12- 13 Desember 2022 (secara daring). Secara umum dapat dilaporkan bahwa sidang Komisi Codex Alimentarius telah berhasil mengadopsi berbagai standar keamanan pangan baru. Standar baru tersebut terdiri dari teks pedoman, kode praktik, stantard komoditas, batas maksimum residu pestisida dam batas maksimum kontaminan. Disamping itu, CAC45 juga menyepakati beberapa pekerjaan baru untuk pengembangan standar/teks lainnya. Uraian lebih detail dan lengkap dapat diperoleh di laman: https://bit.ly/CAC45meetingdetail ...

  • Feb 03, 2023

    Pentingnya Pengendalian Rempah-Rempah

    Rempah-rempah memiliki potensi bahaya yang tidak bisa disepelekan begitu saja. Pengendalian harus dimulai dari budidaya tanaman rempah yang sudah menerapkan prinsip good practices. Titik kritisnya adalah pengendalian kelembapan udara karena dengan kelembapan yang tinggi maka pada umumnya mikroba akan lebih mudah tumbuh. Proses pengeringan juga merupakan proses yang sangat penting dalam penanganan pascapanen rempah-rempah. Manajemen keamanan pangan yang komprehensif yang meliputi good hygiene practices (GHP), good manufacturing practices (GMP) dan hazard analysis and critical control points (HACCP), harus diaplikasikan dengan konsisten.  ...

  • Feb 02, 2023

    Kontaminasi Mikroba pada Rempah-Rempah

    Rempah-rempah sebagai contoh adalah pala yang merupakan komoditas ekspor unggulan karena Indonesia termasuk salah satu negara produsen dan pengekspor biji dan fuli pala terbesar dunia. Pala merupakan media yang cocok untuk pertumbuhan kapang, bila kandungan air dan kelembapan lingkungan tidak dijaga dengan baik. Kapang yang dapat tumbuh di pala tidak saja dari jenis kapang perusak tetapi juga kapang toksigenik. Di antara kapang toksigenik yang dijumpai pada pala adalah Aspergillus flavus penghasil aflatoksin. Alfatoksin utamanya dari jenis B1 merupakan mikotoksin yang paling toksik di antara beberapa mikotoksin yang dikenal mengontaminasi pangan.  ...

  • Feb 01, 2023

    Peningkatan Kualitas dan Keamanan Rempah & Bumbu

    Upaya peningkatan ekspor rempah dan bumbu tentunya harus dibarengi dengan peningkatan kualitas dan keamanan rempah dan bumbu. Permasalahan kualitas dan keamanan rempah dan bumbu dapat diamati sejak prapanen sampai dengan pascapanen, sehingga hal ini membutuhkan penanganan yang komprehensif sepanjang rantai pangan pengolahan tersebut. Rempah-rempah yang tidak tertangani dengan baik rentan terhadap kontaminasi mikroba yang dapat menyebabkan kerusakan maupun penyebab foodborne disease. Hal ini menunjukkan perhatian dan penanganan yang serius perlu dilakukan terhadap bahaya bersumber mikroba tersebut beserta toksin yang dihasilkannya. ...