Mengoptimalkan INTERAKSI INGRIDIEN di dalam Formulasi



Dalam formulasi, setiap ingridien akan mempengaruhi proses dan juga karakteristik produk akhir. Oleh sebab itu interaksi antar ingridien perlu dimengerti, walau seringkali tidak bisa diprediksi.

Pangan merupakan sistem yang komplek. Di dalamnya terkandung berbagai komponen yang mungkin dapat saling berinteraksi antara satu dengan lainnya. Hal tersebut diungkapkan oleh Peneliti SEAFAST Center IPB, Prof. Dr. Nuri Andarwulan, dalam Seminar FOODREVIEW INDONESIA pada 13 Mei lalu. “Interaksi dapat bersifat sinergis dan juga antagonis,” kata Nuri.

Interaksi vitamin dan mineral

Seringkali produsen melakukan fortifikasi pada produk pangan dengan premiks yang mengandung sejumlah vitamin dan mineral. Kombinasi yang tepat dapat menimbulkan efek sinergisme dalam sistem metabolisme tubuh. “Penelitian pada air mineral yang difortifikasi dengan asam folat, vitamin B6, B12, D, dan kalsium dapat meningkatkan status folat dan mengurangi konsentrasi homosistein plasma pada subjek tanpa defisiensi folat,” kata Nuri. Homosistein plasma merupakan indikator biokimia untuk mengukur resiko penyakit kardiovaskular. Selain itu pengujian secara tidak langsung metabolisme tulang menunjukkan kalsium yang digunakan sebagai fortifikan air mineral bersifat bioavailable.

Oleh: Prof. Dr. Nuri Andarwulan,
Peneliti SEAFAST Center IPB
Selengkapnya artikel ini dapat dibaca di majalah FOODREVIEW INDONESIA edisi Juni 2015, yang dapat diunduh di www.foodreview.co.id

Artikel Lainnya

  • Apr 26, 2022

    Peluang Snack Savoury di Indonesia

    Indonesia merupakan negara kepulauan yang dianugerahi dengan melimpahnya rempah yang tersebar hampir di seluruh wilayahnya. Tren kesehatan pada produk snack savoury didorong oleh kebutuhan akan pilihan yang lebih menyehatkan dengan jenis produk yang lebih rendah garam, lemak, dan gula. Di Indonesia, pengembangan produk snack savoury yang lebih menyehatkan ini memiliki peluang yang besar karena bahan bakunya yang melimpah seperti menggunakan kulit ikan, tempe, dan nori. Selain itu, dapat pula dikombinasikan dengan kearifan pangan tradisional yang saat ini juga tersedia. Ingridien fungsional juga dapat menjadi salah satu potensi untuk dikembangkan menjadi snack yang lebih menyehatkan. ...

  • Apr 26, 2022

    Ragam Snack Savoury di Indonesia

    Di Indonesia, snack dengan flavour savoury terus mengalami pertumbuhan terutama karena kondisi untuk terus berada di rumah. Secara global, tren snack di berbagai negara dapat berbeda- beda sesuai dengan apa yang menjadi ketertarikan konsumen di suatu daerah tersebut. Ada beberapa flavour savoury yang umum ditemukan pada produk snack Indonesia diantaranya adalah flavour panggang dan bakar seperti barbekyu dan hickory, panas dan pedas seperti cabai, flavour daging seperti ayam dan sapi, boga bahari serta flavour lokal seperti nasi goreng. Sedangkan flavour yang dipersepsikan memiliki kaitan dengan snack yang lebih menyehatkan diantaranya adalah flavour herba dan rempah seperti lada, jahe, dan lain sebagainya. ...

  • Apr 24, 2022

    Evaluasi Sensori pada Industri Pangan

    Evaluasi sensori diaplikasikan untuk berbagai lingkup penggunaan dalam industri pangan. Masing-masing lingkup penggunaan memiliki tujuan yang berbeda sehingga jenis uji sensori yang digunakan pun juga berbeda. ...

  • Apr 23, 2022

    Masa Depan Protein Nabati

    Protein memiliki peran strategis dalam pertumbuhan manusia. Karena itu, konsumsi protein perlu diperhatikan untuk dapat memenuhi kebutuhan yang diperlukan. Dewasa kini, protein berbasis nabati menunjukkan eksistensinya. Alternatif protein ini diprediksi didorong munculnya golongan fleksitarian (mengonsumsi lebih banyak pangan bersumber nabati daripada hewani).  ...

  • Apr 22, 2022

    Pengembangan Produk Snack Lebih Menyehatkan

    Snack yang lebih menyehatkan memang telah menjadi perhatian global pada hampir seluruh konsumen. Salah satu pendorong dari tren ini adalah meningkatnya penyakit tidak menular (PTM) terutama obesitas dan penyakit kardiovaskular, penyakit pernapasan kronis, diabetes, dan beberapa bentuk kanker yang berasal dari obesitas. Penyakit tidak menular ini dianggap sebagai salah satu masalah terbesar dalam masyarakat modern saat ini. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit tidak menular adalah pembunuh utama di Asia Tenggara, merenggut sekitar 8,5 juta jiwa setiap tahun. ...