Tea Cup, Ajang Kreatifitas Mahasiswa Teknologi Pangan



Festival Pangan merupakan acara tahunan Fakultas Teknobiologi UNIKA Atmajaya. Acara Festival Pangan 2011 dengan tema TEA CUP (The Experience of Creative Cullinary Party) yang dilangsungkan pada pertengahan juni ini telah berjalan dengan sukses. Acara yang disponsori oleh Indofood, Sari roti, You C1000, dan bekerja sama dengan majalah Food Review Indonesia ini dimulai pada pukul 09.30 dengan pembukaan berupa tayangan video pangan yang dibuat oleh mahasiswa Fakultas Teknobiologi. Rektor Unika Atma Jaya dalam pembukaan acara TEA CUP mengatakan, masih banyak kreativitas yang dapat digali pada bidang pangan ini dimana kelak mahasiswa akan menjadi pemimpin-pemimpin besar pada bidang ini. Sambutan selanjutnya adalah dari Dekan Fakultas Teknobiologi, Diana Elizabeth Waturangi, Dr., M.Si. dan disambung dengan sambutan dari ketua panitia, Kristiana Maureen.  

Rangkaian acara dimulai dengan workshop food carving pukul 10.30 yang dibawakan oleh Staff bagian art pada Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Sudiyanto. Ia telah berkecimpung di dunia carving selama kurang lebih 10 tahun. Menurutnya makanan tidak harus enak tapi juga harus indah dan berseni. Food carving ini tergolong dalam salon culinary. Workshop dikuti oleh 40 orang yang terbagi menjadi 10 kelompok. Pada akhir acara peserta diberi kesempatan untuk mempraktekkan pelajaran food carving yang telah mereka dapatkan selama workshop dan kelompok dengan karya terbaik akan mendapatkan hadiah.

Acara dilanjutkan dengan Chopstick war, yang merupakan lomba makan yang  mengasah seberapa kreatif para peserta dalam memakan makanan yang disediakan dengan menggunakan sumpit. Makanan yang dilombakan mulai dari kacang pilus, kacang atom, jelly sampai semangka. Sulit tentunya, namun tak disangka para peserta sangat kreatif dan dapat menghabiskan makanannya tanpa menyentuhnya dengan tangan. Lomba ini dimenangkan oleh Niko Prasetyo dari Fakultas Teknobiologi 2008.

Setelah chopstick war, acara langsung disambung dengan Food Quiz. Food quiz ini bertujuan untuk melihat seberapa jauh para peserta mengenal makanan yang dekat dengan mereka. Food Quiz terbagi menjadi 2 babak yaitu babak penyisihan yang diikuti 22 orang dan babak final yang diikuti 5 orang terbaik. Food Quiz berlangsung meriah dan para penonton pun tidak kalah antusias dengan para peserta untuk menjawab. Pada akhirnya hanya 5 orang terbaik yang mencapai babak final. Pada babak final, peserta diberi tantangan untuk menebak bahan dasar sebagian makanan yang menjadi menu pada festival pangan ini yaitu Sorbet Pepaya, Yogurt Jagung, Bakso Jambu Air, Cendol Temulawak, Marshmallow, dan Ginger Caviar. Pemenang lomba ini adalah Benvenuto S. A. dari Fakultas Teknobiologi 2010.

Tepat setelah food quiz selesai, dimulailah acara puncak dari TEA CUP ini yaitu acara festival pangan. Keempat belas stand tersebut menyediakan Pizza singkong (Cazzata), Sus Singkong (Cassoes), Wine Pepaya (Troya Wine), Sorbet Pepaya (Papayumm), Dangke susu, Marshmallow (Frozzylow), Cider cambu air (Champ Cider), Bakso jambu air (Roppelz), Pancake Jagung (Corntelle), Yogurt Jagung (Fresco de Maiz), Mie Jahe (Ginger Noodle), Ginger Caviar, Biskuit temulawak (Zima Oxan), dan cendol temulawak (Sweet Sunset Jelly). Menu makanan yang tentu saja sangat unik karena merupakan kreasi baru hasil kreatifitas mahasiswa Fakultas Teknobiologi angkatan 2009. Stand – stand yang ada didekorasi dengan sangat apik dan padu sesuai dengan tema dekorasinya yaitu garden party. Jumlah pengunjung dan tamu yang hadir diperkirakan mencapai 150 orang. Tamu yang hadir termasuk di antaranya General Manager PT. Nipponsari Corpindo Yusuf Hadi.
 
Acara ditutup dengan permainan 3 pianis mahasiswa Fakultas Teknobiologi dan pengumuman pemenang produk terbaik dari empat belas produk yang ikut serta dalam festival pangan ini. Pemenang pada festival pangan TEA CUP ini berhasil diraih oleh Cassoes. Semoga acara ini dapat menginspirasi ide-ide kreatif generasi muda dalam bidang pangan! Fri-08


Artikel Terkait