Menteri Perindustrian Resmikan Pabrik Baru GMK

BANDUNG: Menteri Perindustrian M. S. Hidayat meresmikan sejumlah pabrik pengolahan kakao dan cokelat di beberapa lokasi di Indonesia, dalam upaya meningkatkan kapasitas produksi kakao olahan dan cokelat nasional dari 531.675 ton per tahun menjadi 689.750 ton per tahun. Hidayat mengatakan perluasan tersebut membawa era baru bagi industri pengolahan kakao dan cokelat Indonesia. Pabrik yang diresmikan adalah penambahan kapasitas oleh PT Gandum Mas Kencana, PT General Food Industries, PT Bumi Tangerang Mesindotama, PT Cocoa Ventures Indonesia, PT Frey Abadi Indotama, PT Teja Sekawan Cocoa Industries, PT Kakao Mas Gemilang dan PT Sekawan Karsa Mulia. Perluasan tersebut menambah kapasitas total 8 perusahaan sebanyak 93.075 ton tahun menjadi 281.950 ton per tahun.
“Ini merupakan momentum yang tepat untuk kebangkitan industri kakao dan cokelat dalam negeri, karena itu kita canangkan tahun 2011 sebagai tahun kebangkitan industri kakao dan cokelat nasional,” katanya dalam acara Pencanangan Kebangitan Industri Kakao dan Cokelat Nasional di Bandung hari Jumat 24 Juni lalu. Sepanjang 2009-2010, Indonesia menghasilkan 550.000 ton biji kakao atau produsen terbesar ketiga dunia setelah Pantai Gading dan Ghana, industri domestik menyerap 28% dari produksi tersebut.

