Tingkatkan Daya Saing Produk Pangan Lokal

Pemerintah daerah harus lebih serius dalam mengggali potensi pangan lokalnya, yang lebih sesuai dengan lingkungan alam dan budayanya.

Pada pertengahan Juli lalu di Bandung, Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) menggelar seminar tahunan dengan tema ?Meningkatkan Daya Saing Produk Pangan Melalui Ilmu dan Teknologi untuk Menunjang Ketahanan Pangan Nasional.? Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari itu dilaksanakan dengan bekerja sama dengan tiga perguruan tinggi yang berada di wilayah Bandung yaitu Jurusan Teknologi Industri Pangan Univeritas Padjajaran, Jurusan Teknologi Pangan Universitas Pasundan, dan Jurusan Teknologi Pangan Sekolah Tinggi Pertanian Jawa Barat.

Hadir dalam seminar itu Menteri Pertanian Dr. Anton Apriyantono, sebagai keynote speaker yang membahas tentang peningkatan daya saing produk pangan lokal untuk menunjang ketahanan pangan nasional. Mentan mengharapkan kepada seluruh peserta agar turut mengubah persepsi yang ada di masyarakat, bahwa pangan bukan hanya beras. Kebutuhan beras yang tinggi saat ini sangat dipengaruhi oleh budaya dan kebiasaan masyarakat Indonesia sehingga sangat sulit untuk mengubahnya dengan cepat.?Masih banyak bahan pangan lain yang dapat mensubstitusi beras, sehingga kebutuhan beras dapat dikurangi,? kata Anton. Ia mencontohkan begitu beragamnya sumber pangan di Indonesia seperti jagung, sagu, singkong, ubi yang jika mendapat sentuhan teknologi dan diolah secara higienis, akan menjadi sumber pangan yang bergizi tinggi sekaligus mudah didapat.

Dengan adanya keragaman sumber pangan yang berasal dari daerah setempat akan menjadi faktor penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Ketua PATPI Purwiyatno Hariyadi menambahkan, untuk mewujudkan ketahanan pangan harus memperhatikan empat aspek utama, yakni aspek ketersediaan pangan, aspek stabilitas pasokan, aspek keterjangkauan, dan aspek konsumsi.

Aspek-aspek ketahanan pangan tersebut sangat nyata membutuhkan komitmen pemerintah, yang berwujud komitmen sosial politik, budaya, dan ekonomi nasional. Sistem dan struktur sosial , budaya, politik dan ekonomi perlu dikembangkan dan disesuaikan dengan sumber daya lokal yang spesifik,? kata Hariyadi.

Di sisi lain, pemerintah juga harus memanfaatkan momentum otonomi daerah untuk membangun kemandirian pangan nasional. Dengan memperhatikan potensi yang dimiliki, khususnya dalam hal kondisi dan luas wilayah serta lingkungannya, maka Indonesia memiliki peluang besar untuk mewujudkan kemandirian pangannya. Sementara pihak pemerintah daerah perlu untuk melakukan evaluasi, apakah beras merupakan bahan pangan pokok yang tepat bagi daerahnya.

Selain menggelar seminar, kegiatan rutin PATPI ini juga diisi dengan berbagai kegiatan lain seperti pameran pangan dan produk tradisional dari kalangan usaha kecil dan menengah di wilayah Bandung dan sekitarnya, student paper competition, dan tour wisata di berbagai tujuan wisata di kota yang berjuluk Paris Van Java tersebut. Yogi


Artikel Terkait