Ketika orang menyebutkan kata ‘balado‘ yang muncul dalam ingatan adalah pedas, merah, Padang, dan tentunya snack. Flavor atau citarasa ‘balado’ ini sudah hampir berjalan sekitar 10 tahun lebih dan masih mampu bertahan sampai sekarang, hampir menyamai ‘barbecue’ yang oleh banyak orang disebut jenis “never die flavor” untuk snack (makanan ringan). Beberapa hal yang membuat flavor atau citarasa ‘balado’ mampu bertahan adalah tidak lain karena profil balado sangat familiar dan nyaman di lidah hampir sebagian besar lapisan masyarakat Indonesia. Klik disiniuntuk membaca lanjutannya.

