Isu utama di bidang produk perikanan, yakni mutu dan keamanan pangan. Masalah ini menjadi perhatian berbagai negara untuk melindungi masyarakatnya dari food borne disease. Terjadinya penyimpangan mutu dan keamanan pangan produk ikan memberi dampak nyata bagi berbagai pihak. ”Bagi pemerintah, masalah ini menyebabkan peningkatan anggaran karena adanya biaya untuk menginvestigasi kasus, kehilangan produktifitas, meningkatnya biaya sosial dan keamanan, serta meningkatnya angka pengangguran,” kata Manager Mutu Otoritas Kommpeten Departemen Kelautan dan Perikanan Santosa dalam Seminar dalam rangka Bulan Mutu di Jakarta pada awal Nopember lalu.
Adapun bagi industri, tambah Santosa, masalah keamanan bisa berdampak pada terjadinya penarikan produk, penutupan pabrik, kehilangan kepercayaan konsumen, biaya legalitas, serta memunculkan biaya dan waktu rehabilitasi, yakni pengembalian kepercayaan konsumen. Adapun bagi konsumen, masalah kamanan pangan produk ikan bisa berdampak pada membengkaknya biaya pengobatan dan rehabilitasi, kehilangan pendapatan dan produktifitas, menderita sakit, serta kehilangan waktu dan biaya karena pelaporan atas kasus penyimpangan mutu dan keamanan pangan yang terjadi.
Untuk menekan munculnya masalah keamanan pangan produk perikanan, Santosa menegaskan, harus dilakukan pendekatan strategi sistem jaminan keamanan pada rantai pangan produk hasil perikanan dan kelautan. Fri-08

